PAMEKASAN – Sekira jam 15:30 WIB, alam mulai “tidak bersahabat”. Gumpalan awan hitam berangsur-angsur menggelayut di atas Dusun Pondok, lokasi acara “Safari Ramadhan” Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Bajur, Kamis (13/03/2023) di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Nasyiatul Ulum 1 Dusun Pondok, Desa Bajur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.
Sejenak, Ketua Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Desa Bajur, Lora Mahmud Ali, khawatir akan turun hujan dan acara yang mengundang Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Pamekasan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Waru, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Waru, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Kader Penggerak NU, Calon Anggota Banser, tidak akan ada yang hadir.
Ditambah lagi, hujan lebat mengguyur lokasi acara sampai radius sekita 25 Km. Sekilas harapan panitia menyukseskan acara itu pudar. Namun siapa sangka, puluhan Banser, Lesbumi dan Pengurus Rating mulai berdatangan menerobos guyuran hujan lebat hingga basah kuyup, seolah (bagi mereka) tidak terjadi hujan. Khidmat kepada NU yang ‘tak surut itu menjadi pemandangan yang menakjubkan pada moment Ramadan ini.
Kegigihan hadirin ini diapresiasi oleh Ust. Khalilintar Aryo Minak Jinggo saat menyampaikan materi ceramah. Dalam penyampaiannya itu, Ust. Khalili menyampaikan tiga hal yang harus ditanamkan dalam jiwa warga NU.
“Tiga hal yang harus dimiliki warga Nahdliyin terutama pengurus NU: pertama, khidmat lewat thariqah Nahdlatul Ulama; kedua, taat atau satu komando terhadap organisai; ketiga, ikhlas dalam berjuang di NU,” ungkap alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen yang pernah memperjuangkan NU di Kota Jambi, Sumatera Tengah itu.
Garansi menjadi santri KH. Hasyim Asy’ary yang masyhur dengan kealiman ilmu dan kewaliannya, menurut Ust. Khalili, menjadi “magnet” bagi pengurus NU dalam mengabdi di Desa terpencil yang kental dengan tradisi Islam Nusantara itu.
Seragam jas hijau kebanggaan kader GP Ansor yang dikenakan dua sosok pimpinan dalam pemberian Al-Qur’an oleh PAC GP Ansor Waru kepada PR GP Ansor Bajur menjadi pemutus rantai acara sore itu.
Kontributor: Ali Haidar
Editor: Redaktur

