NEWS

Gandeng KMB, FSII LPTNU UIM Pamekasan Santuni Anak Yatim dan Duafa

PAMEKASAN – Sebuah amalan yang menjadi tradisi di kalangan umat Islam di bulan suci Ramadan ialah berbagi kepada anak yatim dan kaum duafa. Hal ini sebagaimana giat yang dilaksanakan oleh Forum Silaturahmi Ibu-ibu (FSII) Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan bersama Komunitas Mahasiswa Banyupelle (KMB). Dua lembaga ini menggelar bakti sosial, santunan anak yatim dan kaum duafa, Ahad (16/04/2023), di Pendopo Sekretariat KMB, Jl. Cemkepak, Banyupelle, Palengaan, Pamekasan.

Santunan ini menyasar anak yatim dan kaum duafa di tiga desa: Banyupelle, Palengaan Laok dan Rek Kerrek.

Tampak hadir pada giat tersebut: Endang Tri Wahyuni, Abd. Kholik sebagai penanggung jawab, tokoh masyarakat setempat, serta karyawati UIM Pamekasan yang tergabung dalam FSII LPTNU juga para anak yatim dan kaum duafa.

Endang Tri Wahyuni, Ketua FSII LPTNU UIM Pamekasan menyampaikan, acara ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan secara berpindah-pindah di berbagai tempat hingga saat ini Banyupelle disepakati menjadi tuan rumah juga atas permintaan Abd. Kholik, salah satu dosen UIM Pamekasan, yang bertindak sebagai penanggung jawab.

“Saya kagum, dan sangat mengapresiasi sekali pada KMB, karena di tingkat desa ada organisasi mahasiswa peduli antar sesama, terutama pada anak yatim dan kaum duafa, dengan cara apapun mereka berusaha agar bisa membantunya,” ucap Endang.

Endang menilai, KMB seharusnya menjadi cermin bagi Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada) agar langsung turun ke lapangan, melihat masyarakat yang membutuhkan bantuan, sehingga esensi mahasiswa sendiri bisa terealisasi.

Pada kesempatan yang sama, Abd Kholik berterima kasih kepada FSII LPTNU UIM Pamekasan karena bersedia berkolaborasi bersama KMB. Kerja sama ini, menurut Kholik, menjadikan suatu kebanggaan bagi masyarakat Banyupelle, Palengaan Laok, dan Rek Kerrek, mewujudkan kesamaan rasa, dan nilai guna memberikan kebahagiaan pada orang yang layak mendapatkan bantuan.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kecamatan Palengaan itu merasa terbantu atas terkabulnya permintaan yang diajukan kepada FSII LPTNU UIM Pamekasan sehingga pelaksanaan santunan bulan Ramadan kali ini desa Banyupelle menjadi sasaran.

“106 kaum duafa, 60 Anak yatim mungkin akan di pangkas, jika tidak ada kerjasama dari FSII, karena tidak sampainya anggaran yang telah direncanakan untuk mencukupi orang-orang yang butuh bantuan. Makanya, saya ucapkan terima kasih banyak. Semoga Allah memberi balasan yang setimpal,” doa Penasehat KMB itu.

Usai bakti sosial tersebut, acara dilanjutkan buka bersama seluruh hadirin.


Kontributor: Ilham
Editor: Ahnu