PAMEKASAN – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) jadi momen bersejarah bagi para pelajar Nahdlatul Ulama Desa Banyupelle. Pasalnya, pada hari ini, Selasa (02/05/2023), pertama kali di desa ini terbentuk Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), di Sekretariat Komunitas Mahasiswa Banyupelle (KMB), Dusun Cemkepak, Desa Banyupelle, Palengaan, Pamekasan.
Hadir pada musyawarah pembentukan itu Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Palengaan, Gufron Hadi, Ketua PAC IPPNU Kecamatan Palengaan, Yani Laila, dan perwakilan pelajar dari setiap lembaga pendidikan yang ada di desa Banyupelle. Keputusan musyawarah, Ahmad Laili Anwari dan Situ Lutfiyatun disepakati menjadi ketua Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU Desa Banyupelle.
Usai acara, Ahmad Laili Anwari mengatakan, sebelum pembentukan pengurus, pihaknya mengaku sowan terlebih dahulu kepada para tokoh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) setempat guna meminta pertimbangan dan petunjuk. Inisiatif itu pun direspon positif oleh para tokoh tersebut.
“Banyupelle secara amaliah NU, tapi belum memahami terkait apa itu NU (secara komprehensif, Red). Kemungkinan besar jika tidak ditanam atau didoktrin sejak pelajar, maka masyarakat akan berantakan, sebab perbedaan haluan,” ucap Anwari mengutip pernyataan K. Moh Isbat, Rais PRNU Banyupelle.
Kesempatan yang sama, Siti Lutfiyatun mengatakan, saat ini masa pembentukan, tentu dibutuhkan kesemangatan berkobar, biar dikenal masyarakat umum, pelajar khususnya. Pihaknya juga akan berupaya menunjukkan eksistensi pelajar NU di Desa Banyupelle. Fia, sapaan akrabnya, saat ini banyak masyarakat setempat kurang paham kondisi pelajar di desanya.
“Bagaimanapun pendidikan dasar bagian dari kejayaan bangsa. Saat ini kita harus sadar pentingnya pendidikan, di masa ‘peperangan’ global. Sebagai kader IPNU-IPPNU wajib hukumnya peduli, karena kita mengenal jargon hubbul wathan minal iman,” lanjutnya.
Ghufron Hadi, Ketua PAC IPNU Kecamatan Palengaan, mengaku bersyukur karena dua desa terbentuk kepengurusan baru, yakni Larangan Badung, dan Banyupelle. Meski sisa sepuluh desa yang belum terbentuk, ia optimis dalam waktu dekat seluruh desa yang ada di Palengaan akan terbentuk kepengurusan IPNU-IPPNU. Karena selama ini, IPNU-IPPNU di Palengaan hanya terbentuk kepengurusan komisariat di lembaga-lembaga pendidikan.
“Asal kita, PAC IPNU IPPNU Palengaan, semangat, progres, saya yakin PR IPNU-IPPNU akan terbentuk semua,” pungkasnya.
Kontributor: Ilham
Editor: Ahnu

