PAMEKASAN – Tanggal 10 Muharram yang disebut dengan Hari Asyura’ menjadi momentum yang dinanti-nantikan oleh umat Islam. Pasalnya, pada bulan tersebut terdapat 12 kebaikan yang disunnahkan untuk dilaksanakan, di antaranya adalah mengusap kepala sekaligus menyantuni anak yatim.
Atas hal itu, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Waru Pamekasan menghadirkan puluhan anak yatim untuk diberikan santunan berupa uang yang diperoleh dari sumbangan Pengurus MWCNU, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama’ (PRNU), Banom, dan Warga Nahdliyyin, Kamis (27/07/2023), di Ponpes Al-Muakkad, Dusun Tangih, Desa Waru Barat.
Kasih sayang antarsesama terutama untuk anak yatim yang dicontohkan oleh pengurus MWCNU, sudah lama dibudayakan di tengah-tengah masyarakat, guna diteladani oleh nahdliyyin. Uluran tangan semacam ini memberikan arti tersendiri bagi mereka.
“Usaplah kepala anak-anak ini sembari meminta didoakan, insya Allah mustajab,” ucap
Ketua MWCNU Waru, Kiai Mohammad Holil.
Dalam kesempatan itu, Rois Syuriah MWCNU Waru Kiai Muradhin Fudlaily mengajak umat Islam, khususnya Nahdliyin, untuk melaksanakan 12 sunnah di Hari Asyura’, yaitu memperbanyak salat sunnah terutama salat sunnah tasbih, puasa, memperbanyak sedekah, menambah nafkah keluarga, berziarah kepada ulama, mandi besar, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memakai celak, memotong kuku, membaca surah al-Ikhlas 1.000 kali, dan menyambung silaturrahim.
Sesi foto bersama seluruh pengurus dan anak yatim mangakhiri acara istiqasah sekaligus santunan anak yatim tersebut.
Reporter: Haidar
Editor: Hairul Anam

