PAMEKASAN – Selain organisasi kepemudaan, Gerakan Pemuda (GP) Ansor juga merupakan organisasi gerakan. Seyogianya, setiap kepengurusan di semua tingkat tidak menunggu instruksi pimpinan untuk bergerak. Usai dilantik, keoengurusan harus segera menyusun program kerja, dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab sebagaimana sumpah yang diucapkan saat pelantikan.
Hal ini disampaikan oleh R Maltuful Anam saat menyampaikan sambutannya pada pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pakong sekaligus Diklat dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) II Barisan Ansor Serbaguna (Banser), di Pondok Pesantren Mutiara Hikmah Seddur, Pakong, Jumat (03/11/2023).
“Jangan sampai nunggu perintah, karena sahabat-sahabat sudah disumpah. Kader Ansor wajib bergerak. Menjadi kader Ansor harus mau mengurus Ansor, programnya dijalankan agar betul-betul menjadi kader yang militan, menjadi kader yang diakui oleh masyayikh,” tegas Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pamekasan itu.
Pemuda yang akrab disapa Lora Maltuf itu meminta agar pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Pakong yang baru ia lantik tidak terlalu bereuforia sehingga melupakan tanggung jawabnya sebagai pengurus.
“Sebagai kader Ansor, ada beban tugas yang sangat besar yang harus dijalankan, yakni menjaga marwah organisasi Ansor dan Banser. Jangan sampai bawa Ansor ke mana-mana, tapi [kader Ansor] boleh ada dimana-mana,” lanjut Wakil Rektor 3 Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAI-MU) Pamekasan itu.
Sebagai bagian tak terpisahkan Nahdlatul Ulama (NU), lanjut Lora Maltuf, kader Ansor harus senantiasa berhati melangkah, khususnya menjelang pesta demokrasi tahun 2024 mendatang. “Khusus yang nyaleg, jangan sampai foto mengenakan baju Ansor di Baliho,” sambungnya.
Di akhir sambutannya, Lora Maltuf meminta agar para peserta Diklatsar II serius mengikuti semua rangkaian kegiatan kaderisasi dasar bagi calon anggota Banser tersebut. Hal ini, menurutnya, agar seusai mengikuti Diklatsar para peserta menjadi Banser sejati.
“Ada dua tugas kader Banser setelah Diklatsar nantinya: patuh sama ulama, menjaga keutuhan NKRI [Negara Kesatuan Republik Indonesia],” pungkasnya.
Reporter: Lutfi Yanto (MNU-VII.10-009)
Editor: Ahnu

