PAMEKASAN – Menyambut hari lahir (Harlah) ke-101 Nahdlatul Ulama (NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar lomba baca “kitab kuning” antar pesantren se-Madura, Selasa (16/01/2024), di Aula Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan.
Mohammad Arif, koordinator lomba menyatakan, lomba ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemeliharaan dan peningkatan pemahaman terhadap warisan keilmuan Islam.
“Kami ingin pelaksanaan lomba ini bisa menguatkan dan menghidupkan kembali tradisi keilmuan di kalangan para santri dan generasi muda adalah fokus utama kami. Melalui lomba ini, kami ingin mendorong mereka untuk memperdalam kajian ‘kitab kuning’ dan memahami nilai ajaran Islam dari sumber asli yang disusun oleh para ulama salaf al-shalih,” terangnya.
Sebanyak 64 peserta delegasi berbagai pesantren se-Madura turut serta dalam lomba ini. Hal ini, menurut Arif, menunjukkan antusiasme dan kecintaan para santri terhadap warisan keilmuan Islam.
Lebih lanjut, Arif mengatakan, lomba yang digelarnya bukan hanya ajang kompetisi belaka, tetapi juga sebagai wadah apresiasi terhadap upaya para santri dan generasi muda pesantren yang tekun mempelajari “kitab kuning” “Fath al-Qorib” dan “Fath al-Mu’in”.
“Kami ingin memberikan penghargaan kepada para santri dan generasi muda pesantren yang telah mengkaji ‘kitab kuning ‘Fath al-Qorib’ dan ‘Fath al-Mu’in’ sebagai rujukan keilmuan klasik yang masih sangat relevan dengan kondisi kita saat ini,” lanjutnya.
Melalui lomba ini, diharapkan para peserta tidak hanya bersaing membaca kitab sesuai gramatika Arab, tapi juga mampu memahami serta mengapresiasi “kitab kuning” sebagai bagian integral warisan keislaman.
“Semoga lomba baca kitab ini bukan hanya sebagai acara kompetisi, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk memperkuat pondasi keilmuan Islam di kalangan santri dan generasi muda Pamekasan,” tukasnya.
Reporter: Rois Lq.
Editor: Redaktur

