PAMEKASAN — Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Pamekasan bersama RS Smart Pamekasan, Politeknik Negeri Madura (Poltera), dan Puskesmas Kowel menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi 100 santri Pondok Pesantren Puncak Darussalam, Sabtu (26/09/2026).
Peserta terdiri atas 60 santri putra dan 40 santri putri. Mereka belajar mengenali kondisi darurat, memberikan respons awal, meminta bantuan, serta melakukan pertolongan sesuai kemampuan. Para santri juga mempraktikkan keterampilan yang diajarkan menggunakan manikin.
Pelatihan melibatkan dokter dan perawat dari RS Smart Pamekasan, dosen keperawatan Poltera, serta dokter dari Puskesmas Kowel.
“Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama. Di tengah dinamika kehidupan santri, kemampuan menghadapi kondisi kegawatdaruratan adalah bekal penting. Menit pertama saat kondisi kritis terjadi sangat menentukan keselamatan nyawa,” ujar perwakilan LKNU PCNU Pamekasan di sela kegiatan.
Pengasuh Pondok Pesantren Puncak Darussalam, KH. Abdul Hannan Tibyan, mengapresiasi pelatihan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ilmu yang diberikan kepada santri akan menjadi lebih bermakna ketika dapat digunakan untuk membantu sesama. Pelatihan BHD sangat penting karena santri berada di tengah masyarakat dan dapat menjadi orang pertama yang memberikan pertolongan saat keadaan darurat,” ujarnya.
Reporter: Luluk
Editor: Ahnu

