PAMEKASAN — Gus Muhammad Ridwan Khamid mengajak alumni Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Pamekasan angkatan 21–22 menjadi penggerak di masyarakat.
Ajakan itu disampaikan dalam Halaqah Kader di aula lantai 2 Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, Sabtu (03/10/2026).
Menurut Gus Ridwan, kader NU perlu menggerakkan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Memahami ideologi dan menduduki struktur organisasi, katanya, belum cukup.
Instruktur Nasional PD-PKPNU itu menekankan kemampuan menggerakkan diri sebagai langkah awal agar NU dapat membawa perubahan besar.
Baca juga: Halaqah Kader Awali Rangkaian Kegiatan HSN 2026 PCNU Pamekasan
“Gerakkan dulu diri kita, lingkungan kita, ini dulu. Kalau panjenengan belum mampu menggerakkan dirinya sendiri, ya jangan harap Nahdlatul Ulama ini akan menjadi suatu agen perubahan besar. Ya,” ujarnya.
Gus Ridwan menyebut peran penggerak tersebut sebagai muharrik. Ia mengingatkan agar keterlibatan kader tidak berhenti pada kepentingan pribadi atau posisi dalam organisasi.
“Maka menjadi kader, ini sama halnya dengan menjadi muharrik. Kalau hanya kader, itu berdiam. Kalau hanya menjadi kader, itu berdiam. Karena kader itu sifatnya pasif. Dia hanya untuk dirinya sendiri,” katanya.
Ia juga mengingatkan alumni agar tidak menjadikan posisi dalam struktur organisasi sebagai tujuan akhir kaderisasi.
Reporter: Zainur
Editor: Ahnu

