PAMEKASAN – Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan menerima kunjungan silaturahim dari ulama asal Lebanon, Syaikh Dr. Thoriq Ghannam Al Hasani, pada Sabtu (13/9/2025) di Kantor PCNU Pamekasan, Jalan Raden Abdul Azis No. 95, ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Dalam dialog hangat tersebut, Syaikh Thoriq memberi ruang kepada jajaran pengurus PCNU untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan.
Penjabat (Pj) Ketua PCNU Pamekasan, KH. Muchlis Nasir, memperkenalkan kiprah NU di bumi Gerbang Salam dalam menjaga dan memberi tauladan kepada ummat.
“NU ini besar. Kami diajarkan oleh para kiai bagaimana menjaga agama, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berpaham Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Kami juga diajarkan agar tidak membenturkan agama, budaya, dan negara, melainkan menjadikannya selaras dan berpadu,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Syaikh Thoriq menegaskan kembali pentingnya konsistensi dalam manhaj Aswaja. Ia mengaku mengenal NU sejak lama, bahkan di Lebanon telah mempelajari maqalah KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU.
“Saya juga Syafi’iyyah, saya juga Asy’ariyyah. Jadi, kita satu guru,” ungkapnya.
Menurutnya, NU adalah sebuah madrasah besar dengan para pengurus sebagai ustaz yang memiliki tanggung jawab utama menekankan keseimbangan antara ilmu dan amal.
“NU itu seperti madrasah. Pengurusnya ibarat ustaz, maka yang harus ditekankan adalah ilmu dan amal,” tandasnya.
Kunjungan Syaikh Thoriq ini semakin meneguhkan nilai-nilai Aswaja sebagai pondasi gerakan NU, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah lintas negara.
Pewarta: Intan
Editor: Redaktur

