NEWS

Sambut HSN 2025, Jatman Bersama SDM PKH Pamekasan Gelar Istigasah

PAMEKASAN — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar istigasah kubro memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 sekaligus hari lahir ke-68 Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman), Selasa (21/10/2025) di Aula Lantai 2 Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi antara PCNU Pamekasan, Idarah Syu’biyyah Jatman Kabupaten Pamekasan, dan Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pamekasan.

Sekitar 400 peserta dari unsur Nahdliyin dan SDM PKH turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut. Istigasah dipimpin oleh KH. Ach. Wahdi Musyaffa’, Wakil Rais PCNU Kabupaten Pamekasan, dilanjutkan lantunan selawat nabi serta doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemaslahatan umat.

Mewakili Idarah Syu’biyyah Jatman Kabupaten Pamekasan, KH. Abd Ghofur Mughits, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PCNU Kabupaten Pamekasan, panitia HSN, serta SDM PKH setempat yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Kiai Ghofur menegaskan, tarekat memiliki peran penting dalam membimbing umat menuju keharmonisan sosial dan spiritual.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat keimanan, tapi juga menjadi penopang turunnya pertolongan Allah bagi umat dan bangsa. Kolaborasi antara PCNU, Jatman, dan PKH adalah bukti bahwa gerakan spiritual dan sosial dapat berjalan beriringan: zikir menguatkan batin, sedangkan sosial menguatkan kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam ceramahnya, Pj. Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, KH. Muchlis Nasir, menegaskan semangat ke-NU-an tidak hanya diwujudkan dalam ritual tarekat dan zikir, tetapi juga melalui penguatan nilai spiritual dalam kehidupan sosial. Menurutnya, keseimbangan antara aspek rohani dan jasmani menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang beriman dan berdaya.

“Zikir tanpa aksi sosial kehilangan maknanya, dan aktivitas sosial tanpa nilai spiritual akan kehilangan arah. Karena itu, penting bagi kita untuk menyeimbangkan antara lahir dan batin dalam setiap langkah perjuangan,” tutur Kiai Muchlis. 

Ia berharap sinergi antara organisasi yang dipimpinnya, Jatman, dan PKH ini dapat terus berkesinambungan serta menjadi inspirasi gerakan sosial-keagamaan di Pamekasan.

Seusai acara, Hanafi, Koordinator Wilayah 6 PKH Jawa Timur, kepada Media NU Pamekasan mengatakan, giat ini merupakan upaya membangun sinergitas antara pihaknya dengan NU agar tidak ada SDM PKH yang memiliki pemahaman menyimpang yang bertentangan dengan nilai-nilai ke-Indonesia-an.

“Kan aneh kalau ada pegawai pemerintah, tapi anti terhadap pemerintah apalagi anti terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Sekretaris Idarah Syu’biyyah Jatman Kabupaten Pamekasan itu.


Reporter: Intan

Editor: Redaktur