PAMEKASAN – Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Fahril Anwar, menegaskan lima prioritas utama dalam membawa organisasi menuju arah baru melalui tagline kepengurusannya “Menuju PMII Era Baru.” Hal tersebut disampaikan dalam pelantikan PC PMII Pamekasan Ahad malam (03/05/2026) di Gedung Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV Pamekasan.
Dalam sambutannya, Fahril menyampaikan, pelantikan bukan sekadar agenda seremonial pergantian kepengurusan, melainkan awal tanggung jawab besar untuk menghadirkan kerja nyata, perubahan, dan arah baru bagi organisasi.
“Hari ini bukan sekadar acara pelantikan. Hari ini adalah awal dari tanggung jawab, awal dari kerja-kerja nyata, dan awal dari arah baru yang ingin kita tempuh bersama,” ujarnya.
Menurutnya, yang dimaksud dengan era baru bukan hanya pergantian struktur kepengurusan, tetapi juga perubahan cara berpikir, cara bergerak, dan cara memberi makna terhadap keberadaan PMII di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, terdapat lima prioritas utama yang akan menjadi fokus kepengurusan PC PMII Pamekasan ke depan. Pertama, kaderisasi yang lebih serius dan terarah. Menurutnya, kaderisasi harus mampu melahirkan kader yang siap berproses, memiliki kapasitas, dan mampu memberikan kontribusi nyata, bukan sekadar tercatat sebagai anggota organisasi.
Kedua, menghidupkan kembali tradisi intelektual. Fahril menilai, diskusi, kajian, dan ruang berpikir harus kembali menjadi denyut utama PMII agar organisasi tetap menjadi rumah besar bagi lahirnya gagasan-gagasan kritis dan solutif.
Ketiga, PMII harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Organisasi tidak bisa tertinggal dari perubahan sosial dan teknologi. “Karena itu, PMII harus hadir di ruang digital, membangun jejaring yang luas, dan tetap relevan dengan tantangan generasi saat ini,” jelasnya.
Keempat, PMII harus hadir nyata untuk masyarakat. PMII, lanjut Fahril, tidak hanya dikenal di ruang organisasi, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaat dan kontribusinya oleh masyarakat luas melalui kerja-kerja sosial dan pengabdian.
Kelima, memperkuat kebersamaan di internal organisasi. Menurutnya, organisasi yang kuat selalu lahir dari solidaritas yang terjaga, komunikasi yang sehat, dan rasa saling memiliki antar kader.
“Organisasi yang kuat tidak hanya dibangun oleh program, tetapi juga oleh kebersamaan yang terus dirawat,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. PMII, kata Fahril, siap menjadi mitra strategis yang tetap kritis, namun konstruktif dalam membangun daerah.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. PMII siap menjadi mitra yang kritis, tetapi juga konstrktif,” tutupnya
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Pamekasan beserta segenap jajaran Forkopimda, Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, alumni PMII, organisasi kemahasiswaan, organisasi kepemudaan, serta seluruh kader.
Reporter: Robith
Editor: Ahnu

