SAMPANG — Guna memperingati haul KH. Halimi Bustomi, Pengasuh Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Walisongo Karangpenang Oloh, Karangpenang, Sampang, panitia menggelar Pengajian Umum, Sabtu malam (02/02/2019), di halaman yayasan setempat.
Ribuan jamaahpun ikut memadati lokasi acara yang rutin diadakan tiap tahun tersebut. Dibuka dengan pembacaan yasin, tahlil bersama, shawat dan dilanjutkan dengan ceramah agama.
R. KH. Muhammad Ainul Yaqin Halimi selaku pimpinan yayasan menyampaikan, acara haul dan pengajian ini tak lain bertujuan meneruskan budaya sesepuh mengadakan pengajian, memperingati haul orang tua yang sudah meninggal. Yang lebih penting, mengingatkan hadirin pada kematian sehingga bisa mengirim pahala yang bisa menjadi penyelamat bagi almarhum di dalam kubur.
“Perkumpulan seperti ini perlu kita lestarikan, karena dikhawatirkan ketika kelak kita sudah meninggal tidak ada yang mau mengaji, mengirim fatihah. Sehingga dengan regenerasi seperti ini bisa menjadi bekal untuk kita kelak di akhirat bisa selalu mendapat aliran pahala pengajian dan haul,” Tutur Ra Inul, sapaan akrabnya.
Dalam acara itu, KH. Musleh Adnan hadir sebagai penceramah.
Dalam ceramahnya, Kiai Musleh menjelaskan adanya pengajjan itu hanyalah menghaturkan pahala kepada yang telah meninggal lebih dahulu.
Kiai Musleh juga menegaskan, jika ingin menjadi orang beruntung, maka harus berpegangan pada tiga hal: shalat, shalawat, dan sedekah.
“Karena kita sudah hidup di jaman yang penuh kejumudan karna gesekan antar kelompok semakin meruncing. Agar hidup kita tetap selalu selamat, perkokohlah acara majelis taklim, perbanyak pondok pesantren, menyatukan seluruh kalangan masyarakat dari segala tingkatan sosial yang berbeda, menyatu dalam satu kawah candradimuka di bawah bendera Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah, hidup damai, kompak, selamat, tidak ada pertikaian,” pungkas pengurus Lembaga Dakwah PCNU Pamekasan tersebut.
Reporter: Mamluatul I.
Editor: Ahnu

