NEWS

Gus Suhaimi: Melupakan Jasa Guru, Menutup Jalan Menuju Rasulullah

SAMPANG — Jaman sekarang sudah terbalik. Banyak orang sekarang yang lebih mengidolakan ustaz dan kiai baru yang terkenal di media sosial (Medsos) dari pada gurunya sendiri yang mengajarkan kebaikan sejak kecil dan menunjukkan jalan bertakarub kepada Allah SWT. Melupakan jasa-jasa guru sama halnya dengan menutup jalan menuju Rasulullah.

Pernyataan tersebut diungkapkan KH. Suhaimi Baghdadi di hadapan ribuan hadirin saat menyampaikan tausiahnya dalam acara Desa Tlambah Bersolawat Bersama Majelis Pemuda Bersholawat At-Taufiq di Lapangan Barbara Tlambah, Karangpenang, Sampang, Ahad malam (16/02/2019).

Kiai muda yang akrab disapa Gus Suhaimi ini menegaskan agar santri tetaplah menjadi santri yang hakiki, yakni tidak akan pernah menghujat dan menghina gurunya sendiri. Karena, menurutnya, awal menjadi orang baik tidak mencaci maki orang lain, terlebih kiai.

“Karena seorang santri yang menghina gurunya itu tandanya ilmunya tidak manfaat, karena ilmu yang bermanfaat tidak akan pernah menghina sang guru,” tegas Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) GP Ansor Sampang tersebut.

Gus Suhaimi juga menghimbau agar jamaah senantiasa takzim pada guru dan kiai, tidak mencibir dan berburuk sangka, tidak memfitnah guru, menjaga etika kepada guru dan menjaga kehormatan guru.

“Karena doa guru kepada muridnya bagaikan doa nabi kepada umatnya. Jangan pernah kurang ajar kepada guru, ulama, dan habaib. Karena demikian akan membuat mati kita su’ul khatimah,” pungkasnya.


Reporter: Mamluatul I.
Editor: Ahnu