PAMEKASAN — Beredar foto di media sosial berisi penolakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di salah satu kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura. Mengetahui hal itu, KH. Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak jelas asalnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan itu mengaku sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian setempat.
“Umat jangan terpengaruh isu PKI yang kemarin sempat beredar di Medsos (media sosial. Red.), karena itu bohong dan tidak jelas asalnya. Bahkan, kami sempat koordinasi dengan pihak aparat (kepolisian. Red.), ternyata itu tidak ada,” ungkapnya, Sabtu (13/04/2019) di kediamannya.
Ketua STAI Miftahul Ulum Panyeppen Pamekasan itu juga mengimbau, agar masyarakat Pamekasan tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak terpengaruh oleh propaganda dan berita hoax pemecah belah persatuan.
“Saya juga meminta kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar tidak memberikan pernyataan yang membingungkan, apalagi memprofokasi umat menjelang Pemilu (Pemilihan Umum. Red.). biarkan umat melaksanakan Pemilu dengan ceria dan damai,” imbuh Kiai Taufik.
Selain itu, Kiai Taufik mengajak masyarakat, khususnya warga NNU supaya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan antar sesama.
“Mari bersama-sama menjaga kebersamaan dan persatuan. Mungkin masing-masing dari kita punya pilihan, dan calon yang didukung bisa menang itu penting, tapi persatuan dan keutuhan bangsa jauh lebih penting,” pungkasnya.
Reporter: Abror
Editor: Ahnu

