PAMEKASAN — Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Kadur mendapatkan kado terindah dari semi otonomya, Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor, yang sukses meraih juara tiga pada lomba hadrah al-banjari memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
Pemberian hadiah diberikan setelah acara pengajian akbar, Sabtu malam (26/10/2019) di Lapangan Kampus Universitas Islam Madura (UIM), kompleks Pondok Pesantren (Pon. Pes.) Miftahul Ulum Betet, Pamekasan.
Rasa syukur diungkapkan Ubaidillahi Ta’ala, vokalis MDS Rijalul Ansor Kadur, sesaat setelah menerima hadiah.
“Alhamdulillah, kita dapat juara tiga. Semangat juang kami berkat dukungan dan doa dari pengurus Ansor Kadur. Tanpa mereka kami bukan apa-apa, bukan siapa-siapa,” ungkap Ubed.
Tugas MDS Rijalul Ansor Kadur ke depan, tambahnya, mempertahankan prestasi tersebut, memberikan sentuhan positif di masyarakat dengan karya-karya terbaik, sehingga makin banyak orang suka berselawat kepada Rasulullah, Nabi Muhammad SAW.
Pimpinan MDS Rijalul Ansor Kadur, Moh. Salam Bakir, memberikan apresiasi kepada anggotanya atas prestasi yang diraih.
“Saya merasa bahagia, sudah memiliki anggota yang semangat dan pantang menyerah. Hadiah ini pantas meraka dapatkan. Mendendangkan shalawatun nabi, salah satu wujud cinta kami kepada Nabi Muhammad, baik ketika perlombaan, maupun pada momen tertentu,” terang Salam.
Salam menambahkan, berjuang tidak harus dengan mengangkat senjata dan bendera. Menebar kebaikan juga bentuk perjuangan. Kebaikan itu bisa disalurkan melalui selawatan.
Sementara itu, Hairul Anam, ketua GP Ansor Kadur menyampaikan terima kasih atas kado terindah dari anggotanya.
“Sebagai pimpinan, saya patut bangga dan berterima kasih atas perjuangan sahabat-sahabat pengurus MDS telah memenangkan lomba ini. Meski juara tiga, kita tetap optimis, ke depan akan lebih baik,” tegas Anam.
Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) PC GP Ansor Kabupaten Pamekasan tersebut mengingatkan, agar anggotanya tidak besar kepala, tidak berhenti berjuang demi NU, mencintai ulama NU dan Negara Indonsia.
“NU itu organisai suci, hasil istikharah ulama yang derajatnya waliyullah. Sebagai pengurus, kita tidak boleh ragu memperjuangkannya, mencintai ulamanya, apalagi menghinya. Bersyukurlah kita memiliki NU,” tukasnya.
Reporter: Imam S (NUO.19-001)
Editor: Abror

