PAMEKASAN — Ratusan santri dan warga Nahdlatul Ulama atau nahdliyin menghadiri malam puncak Kemilau Hari Santri Nasional (HSN) 2019 yang diselenggarakan Aliansi Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pantai Utara (Pantura) Pamekasan, Jumat malam (02/11/2019) di halaman Madrasah Aliah Darul Amin, Waru Barat, Pamekasan, Jawa Timur.
KH. Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, dalam sambutannya menyampaikan sejarah Resolusi Jihad dan keterlibatan Hadratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari dan santrinya, saat mengusir tentara Inggris di Surabaya.
“Hadirnya Hari Santri Nasional ini membuktikan, bahwa santri sekarang sudah diakui oleh negara dan santri sudah sama dengan yang non-santri dan punya peluang yang sama untuk mengejar cita-citanya,” jelasnya
Sementara itu, Khoiruddin, Bendahara Pimpinan Cabang GP ANSOR Pamekasan menyampaikan harapannya kepada santri Pantura agar menjadi kader Ansor, agar menjadi kader NU pada masa yang akan datang.
“Santri juga harus belajar kitab kuning, karena hal itu sebagai penguat tradis-tradisi pesantren,” tegasnya
Acara tersebut ditutup dengan istigasah bersama yang dipimpin KH. Sulaiman, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mardliyyah, Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Pamekasan.
Acara tersebut dihadiri Pengasuh Pesantren dan tokoh masyarakat se-wilayah Pantura Pamekasan.
Reporter: Luckman (NUO.19-031)
Editor: Abror

