NEWS

Nasihat Ketua PCNU Pamekasan di Hari Guru Nasional 2019

PAMEKASAN — Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 78 tahun 1994, setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional.

Pada momentum Hari Guru Nasional 2019 ini, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan berpesan, agar para murid dan santri, khususnya warga NU, taat terhadap perintah guru, selama tidak bertentangan dengan syariat agama.

Nasihat tersebut disampaikan, saat dijumpai di kediamannya, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (25/11/2019).

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan itu menjelaskan, dalam ajaran agama Islam posisi guru sama dengan orang tua.

“Orang tua, menurut Ulama itu ada tiga; Pertama, orang yang melahirkan dan merawat; kedua, orang yang mengajari kita; ketiga, orang yang mengawinkan anaknya pada kita,” jelas alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur itu.

Lebih lanjut, Kiai Taufik menambahkan, guru itu layak dihormat dan dicium tangannya. Hal itu seperti kata Sayidina Ali; “Saya adalah hamba bagi orang yang mengajari saya satu huruf”.

“Karena tanpa guru, kita bukan apa-apa. Pangkatmu, gelarmu, derajatmu, tidak ada artinya di hadapan gurumu. Selamat Hari Guru Nasional 2019,” pungkasnya.


Reporter: Abror
Editor: Ahnu