SURABAYA — Infaq warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk gelaran Muktamar NU ke-34 di Lampung, 22-27 Oktober mendatang, sudah mencapai angka 5 M. Infaq ini dikumpulkan melalui Koin (Kotak Infaq) Muktamar yang disebarkan di seluruh pelosok Nusantara.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj, saat menghadiri Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Angkata II Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Jumat (10/01/2020), di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Angka ini, lanjut Kiai Said, diprediksikan akan terus bertambah sampai memasuki bulan Oktober.
Menurut Kiai Said, Koin Muktamar ini bertujuan agar dana agenda lima tahunan itu tidak meminta bantuan melalui proposal.
“Kalau mau membantu silakan, tapi kalau minta bantuan enggak,” ucapnya.
Dalam hajatan besar itu, Kiai Said mengatakan, muktamar akan diikuti oleh 3.598 orang dengan rincian 514 PCNU dan PWNU dari seluruh Indonesia akan mendelegasikan tujuh orang peserta.
“Jadi 3.598 itu saja peserta yang resmi lho. Lha, kalau Romli-nya (Rombongan liar. Red.), ya enggak kehitung,” kelakar Kiai Said.
Meski demikian, Kiai Said menegaskan, partisipasi warga NU di muktamar tak hanya berupa uang, ada juga yang lewat hasil bumi, ternak, dan lain sebagainya. Bahkan, menurut Kiai Said, PCNU Mesuji, Lampung, akan menyumbangkan sepuluh ton beras dan seribu ayam.
“Belum lagi dari Lampung yang lain, ada yang menyiapkan sapi dan sebagainya. Kita collect (kumpulkan. Red.) dari sana-sini, tidak membebani siapapun,” tandasnya.
Reporter: Ali Wafa
Editor: Abror

