PAMEKASAN — Sebagai generasi penerus perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), khususnya para pengurus, wajib berpegang teguh pada lima nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah agar menjadi karakteristik dalam kehidupan sehari-hari.
Kelima nilai tersebut ialah: tawassuth (moderat), i’tidal (keadilan), tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang), dan amar ma’ruf nahi munkar (menegakkan kebaikan, mencegah kemungkaran).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Pamekasan, RPA. Wazirul Jihad atau yang akrab disapa Ra Wazir, saat menjadi pemateri Aswaja An-Nahdliyah pada pelaksanaan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU komisariat Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan, Kamis (16/01/2020).
Baca juga: 99 Siswa MA Miftahul Ulum Bettet Ikuti Makesta
“Karakter warga NU, lebih-lebih pengurus, wajib memiliki lima karakteristik Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah untuk menjaga keutuhan umat dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red.): pertama, tawassut; kedua, i’tidal; ketiga, tasamuh; keempat, tawazun; dan kelima, amar ma’ruf nahi munkar,” tegas Ra Wazir.
Selain itu, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya ini juga mengajak agar para peserta yang merupakan santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet itu agar menjaga dua amanah, yakni amanah agama dan amanah guru.
Amanah agama, lanjut Ra Wazir, sebagaimana surat Ali Imran ayat 104, yang maksudnya harus ada sekelompok umat yang fokus dan mempunyai semangat mengajak kebaikan, dengan catatan cara yang ditempuh juga harus baik, yakni sebagaimana digariskan oleh Aswaja An-Nahdliyah melalui lima karakter tersebut.
“Amanah guru maksudnya, Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pamekasan yang membawa panji (NU. Red.) pertama adalah Kiai Sirojuddin sebagai pengasuh Pondok Pesantren Bettet. Jadi apa yang ditinggalkan oleh guru harus kita jaga dan kita kembangkan dan kita rawat, bahkan dijadika alat perjuangan,” tangkasnya.
Reporter: Lukman
Editor: Abror

