PRINGSEWU — Mantan aktivis kelompok radikal yang pernah menjadi Komandan Negara Islam Indonesia (NII), Ken Setiawan mengajak semua elemen bangsa agar mengampanyekan kepada masyarakat supaya belajar agama secara komprehensif kepada ahlinya.
Menurut Ken, memilih kiai atau guru merupakan hal penting saat hendak belajar agama. Ken menekankan agar memilih ulama yang berkahlak baik serta menghindari ‘ulama’ yang suka menghujat, mengeluarkan kata-kata kotor dan selalu menyalahkan amaliah orang lain sekaligus merasa dirinya paling benar.
Dikutip NU Online Pamekasan dari laman resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dimuat Sabtu (22/02/2020), Ken menilai, jika ada tokoh agama mengajarkan hujatan, caci makian, maka harus dikritisi. Karena, lanjut Ken, Nabi Muhammad sebagai teladan utama umat Islam diutus guna menyempurnakan akhlak.
Pernyataan ini disampaikan Ken saat hadir pada Focus Group Discussion tentang radikalisme dan terorisme yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Lampung di Hotel Urban Pringsewu, Kamis (20/02/2020).
Lebih lanjut, Ken menjelaskan modus rekrutmen kelompok radikal. Menurutnya, di antara strategi rekrutmen anggita baru kelompok radikal melalui pengajian-pengajian yang dilakukan secara eksklusif dengan sasaran para pelajar dan mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki kecerdasan tinggi, namun rapuh pemahaman agamanya, dapat terpengaruh ajakan mereka dengan mudan.
“Saat ini kita sudah terancam dan terkepung dengan paham radikal, penyebaran narkoba, dan kita sudah gampang diadu domba antarsuku, antaragama. Saatnya kita bangkit tumbuhkan nasionalisme. Kita bentengi keluarga dari ancaman-ancaman di sekitar kita,” ajaknya, seperti dikutip NU Online.
Oleh karenanya, Ken mengajak masyarakat agar berdialog dan bertanya kepada sumber yang kredibel serta tetap kritis ketika menemukan pernyataan yang tendensius dalam hal agama.
Dalam hal agama, lanjut Ken, masyarakat harus hati-hati dan tetap kritis agar tidak mudah tersugesti oleh paham radikal. Karena inilah pintu awal perekrutan.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono
Foto: NU Online

