PAMEKASAN — Dibandingkan umat nabi-nabi sebelumnya, umat Nabi Muhammad memiliki banyak kekurangan. Menurut Abu Laits As-Samarqandi dalam karangannya yang berjudul Tanbih al-Ghafilin, kekurangan-kekurangan tersebut justru merupakan kemuliaan yang diberikan Allah kepada umat nabi terakhir ini.
Hal ini disampaikan oleh Lora Said Busiri, saat dirinya menjadi penyaji dalam agensa rutin Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS-RA), Ahad (23/02/2020) malam, di Kantor PC GP Ansor Pamekasan, Kompleks Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Kelurahan Jungcangcang.
“Yang pertama, kemuliaan yang diberikan Allah kepada umat Muhammad adalah lemah. Umat Muhammad ini lemah dibanding umat nabi-nabi sebelumnya. Umat nabi sebelumnya itu kuat, baik fisik maupun umur. Hikmah dibalik ini adalah agar tidak sombong,” jelas Bendahara MDS-RA PC GP Ansor Pamekasan ini.
Kemuliaan kedua yang diberikan oleh Allah kepada umat Muhammad ialah fisik umat Muhammad terbilang kecil dibandingkan umat nabi-nabi lain. Nabi Adam, lanjut pemuda yang akrab disapa Ra Said ini, tinggi badannya mencapai 30 meter. Hikmahnya, papar Ra Said, agar tidak banyak makan, minum dan kain ketika hendak membuat pakaian.
“Yang ketiga, kemuliaan umat Muhammad itu adalah umurnya pendek, agar tidak banyak berbuat dosa. Umat nabi-nabi sebelumnya itu umur panjang-panjang, tapi maksiatnya juga banyak. Beda dengan umat Muhammad,” tutur alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Potoan Laok, Palengaan, Pamekasan ini.
Fakir. Hal ini menjadi kemuliaan selanjutnya yang dikaruniakan oleh Allah kepada umat Muhammad. Menurut Ra Said, hikmah di balik kemuliaan ini ialah agar di akhirat hisabnya lebih cepat. Karena semakin kaya seseorang, maka hisab yang akan dijalaninya di akhirat akan semakin lama.
“Yang kelima, yang terakhir, kemuliaan umat Muhammad ialah dijadikan menjadi umat terakhir, agar tidak lama di dalam kubur menunggu kiamat. Nabi Adam itu lama di alam kubur. Yang ditunggu hanya kiamat. Tapi, semua tergantung amal perbuatan. Kalau amalanya baik, maka dia akan merasa sebentar, karena selamat dari ‘adzab al-qubr (siksa kubur. Red.),” tangkasnya.
Reporter: Maluck Young
Editor: Ahnu

