PAMEKASAN — Berita duka menyelimuti organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Pasalnya, Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) H. Alfa Isnaeni meninggal dunia, Rabu (11/03/2020).
Dikutip dari NU Online, almarhum meninggal dunia pukul 11.19 WIB di RS Kramat Jakarta, karena penyakit serangan jantung dalam usia 50 tahun.
Ketua Umum GP Ansor, Yahya Cholil Qoumas atau yang biasa dipanggil Gus Yaqut, melalui akun Facebook miliknya mengajak masyarakat mendoakan dan mengirimkan pahala bacaan surah Al-Fatihah kepada almarhum.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun.. Sahabat Alfa Isnaeni, Komandan Satkornas Banser mendahului kita semua menghadap Gusti Allah. Mohon dimaafkan segala kekhilafannya dan mohon didoakan serta berkenan memberikan hadiah fatihah untuk almarhum,” tulis Gus Yaqut.
Tidak hanya para pimpinan GP Ansor, duka juga dirasakan para kader yang sedang mengikuti kegiatan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) yang diselengarakan oleh PC GP Ansor Pamekasan. Mendengat kabar duka itu, seluruh peserta, panitia, dan instruktur melaksanakan salat gaib, pembacaan surah Yasin dan istigasah di Masjid Pondok Pesantren Miftahul Qulub Polagan, Galis, Pamekasan, tempat pelaksanaan PKL.
Maltuful Anam, Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS-RA) PC GP Ansor Pamekasan mengaku sangat bersedih, berduka cita dan merasa kehilangan atas wafatnya almarhum.
“Beliau merupakan orang yang sangat luar biasa totalitasnya pada NU, Ansor, dan Banser serta komitmenya untuk tetap bersama menjaga Ahlussunnah wal Jamaah dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indinesia. Red.),” ujarnya.
Dosen Sekokah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIMU) Pamekasan ini juga berharap agar para kader GP Ansor, Banser dapat mencontoh almarhum, meneruskan perjuangannya di NU dan Ansor serta tetap menjaga semangat, tetap teguh meneruskan perjuangan almarhum.
“Perjuangan ini masih belum selesai dan masih panjang, maka wajib bagi kita untuk tetap melanjutkan dan meneruskan perjuangan beliau,” pungkas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya ini.
Reporter: Zainal
Editor: Ahnu

