PAMEKASAN — Warga Nahdlatul Ulama (NU) atau yang biasa disebut nahdliyin tidak pernah berhenti merawat dan menjaga Indonesia. Sejak pertama kali didirikan, 97 tahun silam, sampai hari ini, budaya-budaya Nusantara tetap eksis di tengah-tengah masyarakat, karena campur tangan NU yang sangat besar.
Statemen ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, H. Raja’e, saat menyampaikan sambutan pada puncak rangkaian kegiatan Pekan Budaya yang dilaksanakan oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Ahad (15/03/2020) malam, di Pendopo Budaya, Rumah Dinas Wabup, Jl. Jokotole, Pamekasan.
“Bahwa hari ini bisa hadir di tengah-tengah kita, bisa menyaksikan berbagai unjuk kebolehan adik-adik kita dari kemarin sampai hari ini, ini berkat dari kegigihan dan niat suci ikhlas seluruh komponen warga nahdliyin untuk merawat Indonesia yang bercirikhaskan Indonesia dan keislaman,” ucap mantan Kepala Desa Bujur Barat, Batu Marmar Pamekasan itu.
Raja’e menegaskan, keragaman di Nusantara dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika masih tetap terjaga sampai saat ini, tidak lepas berkat kegigihan dan keikhlasan nahdliyin yang ada di seluruh pelosok Indonesia dalam merawat dan menjaga warisan bangsa.
“Jadi tidak heran jika berbagai agenda kegiatan, beberapa program yang selalu dilaksanakan oleh warga nahdliyin, ini selalu bernuansa budaya Indonesia, berkarakter keindonesiaan. Jadi, (nahdliyin. Red.) menjadi garda terdepan ketika ada orang mengusik Indonesia, menjadi garda terdepan ketika orang mencaci tradisi, budaya bangsa Indonesia, dan hanya satu-satunya yang bisa dilakukan itu oleh warga nahdliyin,” lanjut Raja’e.
Oleh karenanya, atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan ia berterima kasih atas upaya warga NU yang tetap istikamah menjaga dan merawat warisan leluhur bangsa Indonesia yang luhur dan beraneka ragam.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

