PAMEKASAN – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) Pamekasan, melalui Bidang Internal gelar kajian rutinitas, Sabtu siang (21/03/2020) di Sekretariat Komisariat PMII STAI-MU, Jl. Raya Kacok, Palengaan, km. 14 Pamekasan, Jawa Timur.
Kajian bertema “Mengapa harus ber-PMII?!” yang diikuti anggota dan pengurus tersebut diisi langsung oleh Muhammad Wasil, Wakil Ketua I, Bidang Internal PK PMII STAI-MU.
Muhammad Sabri selaku ketua komisariat menyampaikan, kajian rutin itu merupakan salah satu program utama Bidang Internal masa khidmat 2019-2020 dan diselenggarakan seminggu sekali.
“Mengikuti program kaderisasi merupakan hal wajib bagi anggota dan kader PMII STAI-MU, agar pengurus dan anggota lebih erat dan lebih mengenal satu sama lain,” ucapnya.
Sementara itu, Muhammad Wasil menyampaikan, mahasiswa yang ber-PMII tidak sama dengan mahasiswa non-organisasi yang hanya kuliah pulang, karena mahasiswa non-organisasi tidak ada bedanya dengan siswa.
Ia juga menyampaikan, bagi yang menyandang status mahasiswa, agar menggunakan status tersebut sebagai jalan untuk berproses, dan proses yang baik untuk mahasiswa yaitu di PMII, karena organisasi ini salah satu dari bagian Nahdhatul Ulama (NU).
“Organisasi PMII ada nilai lebih dari pada organisasi lain, yaitu mengenal Islam Nusantara, Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja, red), Nilai Dasar Pergerakan (NDP, red), dan Paradigma Kritis dan Transformatif (PKT, red),” ungkapnya.
Reporter: Rudi Ryadi
Editor: Aboonk

