News

Viral Lagu “Kiprah NU”, Ketua PCNU Pamekasan Apresiasi MPB At-Taufiq

PAMEKASAN – Baru tiga hari diunggah ke YouTube, melalui akun resmi Majelis Pemuda Bersholawat (MPB) At-Taufiq, lagu “Kiprah NU” yang dibawakan Ahmad “Tumbuk” Syamsuri, salah satu vokalisnya, sudah ditonton sebanyak 21.721 kali.

Selain itu, lagu bernada “Aisyah Istri Rasullah” yang berdurasi 3 menit 46 detik tersebut juga terlihat di beberapa postingan Facebook dengan jumlah penonton sampai ribuan pada setiap postingan.

Mengetahui hal itu, KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, kepada NU Online Pamekasan mengaku bangga dan menyampaikan apresiasi atas prakarsa MPB At-Taufiq Sampang, Jawa Timur yang terus mengajak umat mencintai Rasulullah dengan cara ber-shalawat.

“Karena hal itu secara otomatis juga mengurangi tugas NU dalam membentengi, sekaligus menyebarkan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja, Red.) di tengah-tengah masyrakat,” ucap Kiai Taufik, Jumat malam (10/04/2020), saat ditemui di Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz No. 95 Jungcangcang, Pamekasan, Jawa Timur.

Lebih lanjut, Kiai Taufik mengaku bangga terhadap sosok KH. Khoiron Zaini, Kiai Muda kharismatik yang memiliki inisiatif mendirikan Majelis Pemuda Bersholawat, di tengah maraknya kelompok yang gencar membidahkan amaliah NU.

“Di mana, pada saat ada kelompok yang membidahkan shalawat, di situlah At-Taufiq hadir untuk meng-counter kelompok tersebut. Jadi, dakwah At-Taufiq ini adalah dakwah bil hal (aksi nyata, Red.) untuk membumikan shalawat,” paparnya.

Tidak hanya itu, Kiai Taufik juga mengapresiasi kekompakan, kreativitas dan inovasi semua kru MPB At-Taufiq dalam menciptakan lagu-lagu yang digandrungi kaula muda.

“Tim kreatifnya, tim multimedianya, dan semua vokalis At-Taufiq, khususnya ‘Mat Tumbuk’ yang hadir di tengah-tengah kehausan umat terhadap seni dan budaya Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, melalui lagu-lagu yang menyentuh kalbu, apalgi lagu terakhir tentang NU dan perjuangan kemerdekaan,” pungkasnya.

Kiai Taufik berharap, ke depan semakin banyak muncul majelis-majelis shalawat sebagai upaya membumikan shalawat di Indonesia, khususnya Madura.


Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu