PAMEKASAN – Di tengah pembatasan keluar rumah akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), puluhan pemuda lintas iman Pamekasan melakukan kegiatan sosial bagi-bagi sembako gratis kepada kaum duafa dan pengayuh becak, Ahad (19/04/2020).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Pemuda Kristen Pamekasan tersebut melibatkan Karyawan Muda Katolik (KMK) Pamekasan dan Komunitas Ataretan Santri Gus Dur Pamekasan.
Giat sosial bertajuk “Box of Hope” itu dimulai dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Mahkota Hayat, Jl. Jokotole No. 85 Barurambat Kota Pamekasan, dilanjutkan ke beberapa tempat ibadah lainnya dan menyusuri jalanan guna membagikan sembako kepada tukang becak, bahkan sampai ke pelosok desa, meski harus hujan-hujanan.
Affan Asmara Yudha, Ketua Bamag Pemuda Kristen Pamekasan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan, guna membantu masyarakat terdampak Covid-19 di Pamekasan.
“Kami merasa terpanggil untuk membangkitkan kepedulian kepada sesama di tengah pendemi Covid-19 ini, karena pembatasan sosial yang mengharuskan warga tidak keluar rumah, sehingga kegiatan ini diharapkan bisa meringankan beban saudara-saudara kami yang membutuhkan bantuan,” jelas Affan.
Senada dengan Affan, Muhammad Subaidi, Penggerak Komunitas Ataretan Santri Gus Dur Pamekasan mengatakan, giat sosial semacam ini di tengah pandemi Covid-19 perlu terus digerakkan.
“Meski sebenarnya tindakan yang kami lakukan ini bisa dibilang beresiko, tapi kami lebih memilih dan mementingkan kepedulian terhadap saudara-saudara yang membutuhkan. Mudah-mudahan pandemik ini segera berakhir,” ucap aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan itu.
Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu

