PAMEKASAN — Ngaji kitab kuning secara online menjadi tren baru di dunia maya akhir-akhir ini, terlebih selama bulan Ramadhan. Tren ini diapresiasi oleh Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Madura, karena dinilai sangat positif.
Apresiasi itu disampaikan oleh Ketua GMNU Madura, R. Abdul Hamid Roqib, melalui keterangan tertulisnya kepada NU Online Pamekasan, Ahad malam (10/05/2020).
Dalam keterangan tersebut, Ra Hamid, sapaan akrabnya, juga berterima kasih kepada para kiai dan ustaz yang rela meluangkan waktu guna mengadakan ngaji kitab kuning dalam jaringan (Daring) atau online.
“Demi menjaga marwah dan semangat ngaji online tersebut, maka kami, keluarga besar GMNU Madura, mendukung penuh dan menghimbau semua generasi muda untuk mengikuti dan membagikan di semua media sosial,” tulisnya.
Tidak hanya itu, GMNU Madura juga mengecam komentar-komentar nyinyir, bahkan yang terkesan suul adab di kolom komentar media sosial saat kajian online tersebut berlangsung.
Ra Hamid berharap, komentar-komentar negatif tersebut tidak terulang kembali pada setiap kegiatan ngaji online, terlebih selama Ramadhan.
Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu

