PAMEKASAN — Saat ini Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan nahdliyin. Menanggapi hal itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, merespons santai.
Menurutnya, NU sebagai organisasi yang terstruktur jelas mulai pusat sampai ranting di desa-desa, tidak mau menyikapi secara berlebihan. Pasalnya, di atas PCNU masih ada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pernyataan itu disampaikan Kiai Taufik saat memberikan sambutan dalam acara “Pengajian dan Halal Bihalal Serta Penganugerahan Ranting NU Awards 2020”, Rabu siang (01/07/2020), di Aula lantai 2 Kantor PCNU Pamekasan lantai 2, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.
“Ini kemarin banyak pengurus yang bertanya kepada saya: ‘Bagaimana sikap NU Pamekasan terhadap RUU HIP?’ Saya jawab: ‘Bahwa NU itu adalah terstruktur dari pusat: PB, Wilayah, Cabang, MWC (Majelis Wakil Cabang NU. Red.), sampai Ranting, sampai Anak Ranting. Jadi, NU tetap ikut (keputusan. Red.) di PB,” tutur Kiai Taufik.
Oleh karenanya, ia tidak mau ikut-ikutan lebay menyikapi permasalahan tersebut, karena beberapa waktu lalu PBNU menyatakan secara tegas penolakannya terhadap RUU HIP, bahkan meminta legislatif agar mewurungkan pembahasannya, lantaran berpotensi menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Pancasila sudah final. Panca itu sudah cukup, ada lima sila. Tidak perlu eka sila, tidak perlu tri sila. Lima sila sudah cukup, dan itu sudah bagian dari warisan dari para pendiri bangsa kita,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan itu.
Reporter: Aboonk
Editor: Wiyono

