PAMEKASAN – Agenda rutin bulanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS-RA) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Proppo mendatangkan, RKH. Hamid Muayyad Hasan, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Rabu malam (15/07/2020), di Desa Campor, tepatnya kediaman Ediy Trisatrio, Sekretaris PAC GP Ansor Proppo.
Didatangkannya pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasan Srambah, Proppo yang akrab disapa Ra Hamid itu guna memberikan pemaparan dan memantapkan pemahaman kader-kader GP Ansor tentang misi Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Dari sini nanti kader-kader PAC GP Ansor Proppo diharapkan dapat mempraktikkan apa yang telah didapat dari hasil ngaji malam ini, yaitu Islam yang ramah, Islam rahmatan lil ‘alamin,” ucap Subhan Maulana Ketua PAC GP Ansor Proppo, kepada NU Online Pamekasan.
Sementata itu, Ra Hamid dalam penyampainnya menjelaskan, manusia oleh Allah memang diciptakan berbeda: bersuku-suku, berbangsa-bangsa. Hikmah di balik perbedaan ini, menurut penasehat Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Pamekasan tersebut, agat manusia dapat saling bersilaturrahim dan saling mengasihi tanpa memandang latar belakangnya.
“Biarkan orang lain, siapapun selalu caci-maki, yang penting kita tidak. Walapun orang selalu memfitnah dan buruk sangaka yang penting kita tdak seperti itu. Yang dicontohkan oleh baginda kita nabi besar Muhammad SAW, walaupun beliau ketika mau ke masjid selalu diludahi, tapi beliau selalu sabar mengahadapi, sehingga orang yang meludahi itu dapat hidayah berkat nabi kita,” paparnya.
Ra Hamid melanjutkan, warga NU memiliki karakteristik yang khas dalam berdakwah. NU dikenal anti kekerasan, lemah lembut, dan santai. Karakter ini, menurutnya, yang membedakan antara NU dengan komunitas lain.
“Semoga kita tergolong sntrinya Kiai Hasyim (Asy’ari. Red.) dan bisa dimasukkan ke surganya Allah, serta bisa mengikuti jejak langkah Rasulullah sebagaimana ajaran Ahlussunnah wal jamaah,” pungkasnya.
Reporter: Aboonk
Editor: Wiyono

