PAMEKASAN – Usai menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) selama dua hari, mulai Selasa sampai Rabu (18-19/08/20), Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Banyuayu Putri, Kadur, Pamekasan memungkasi kegiatan tersebut dengan pawai obor dan pembaiatan yang diikuti oleh seluruh peserta di halaman auditorium pesantren, Rabu Malam (19/08/2020).
Fitriatul Laili, Ketua Panitia Makesta IPPNU Banyuayu mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti prosesi pembaiatan sebanyak 800 pelajar.
“Mereka terdiri dari beberapa delegasi dari pesantren sekitar. Namun, peserta terbanyak dari sini (Banyuayu, Red.) dan insyaallah, acara ini merupakan pemecah rekor terbanyak,” tutur mahasiswi IAIN Madura yang juga penulis tersebut.
Mewakili pengurus, Tria, sapaan akrabnya, juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Pengasuh Pondok Pesantren Banyuayu yang sangat mendukung dan mengapresiasi acara yang digelarnya. “Semoga amal masyayikh diterima di sisi Allah,” imbuhnya.
Sementara, Atik Yulia Muchsin, Ketua PK. IPPNU Banyuayu mengatakan, ia sangat terharu melihat antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Mereka sangat antusias dalam mengikuti Makesta ini. Saya sangat terharu.” katanya.
Ia menambahkan, pada kesempatan tersebut ada pemberian hadiah bagi delegasi, kelompok dan perorangan terbaik.
Acara ini diapresiasi oleh banyak Pengurus NU, dewan guru dan alumni.
“Saya sangat mengapresiasi atas digelarnya Makesta IPPNU di pesantren almamater kami. Semoga dengan diadakannya acara ini, semakin memupuk militansi adik-adik santri dalam ber-NU sebagaimana yang telah diteladankan oleh masyayikh kita.” ucap Ustaz Saifurrahman, alumni Banyuayu sekaligus Ketua Ranting NU Pamoroh.
Malam puncak Makesta, juga diisi dengan memperingati tahun baru hijriah 1442.
Para ulama menuturkan, hijrahnya Rasulullah merupakan momentum perubahan dari tradisi jahiliah menuju peradaban Islam yang rahmatan lil alamin.
“Spirit hijrah yang saat ini bersamaan dengan momen hari lahir bangsa Indonesia yang ke-75 sudah seharusnya menjadi inspirasi bagi kita, utamanya generasi muda NU, dalam menjalani kehidupan ini,” ungkap Farida, Penasehat IPPNU Banyuayu.
Reporter: Syarofi
Editor: Ahnu

