News

Pelantikan PAC IPPNU Pegantenan Dorong semangat Keislaman dan Kebangsaan

PAMEKASAN – Usai melengkapi struktur organisasi, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pegantenan akhirnya secara resmi dilantik, Ahad (30/08/2020) di Pendopo Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jawa Timur.

Pelantikan yang sempat tertunda akibat wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) itu berjalan dengan penuh khidmat.

Kegiatan bertema “Mencetak Generasi NU yang ber-Aswaja, Guna melanjutkan Perjuangan Nahdlatul Ulama” tersebut dibingkai dengan pengajian ke-NU-an yang menghadirkan K. Mukhlis Nasir, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palengaan sebagai penceramah.

Dalam ceramahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum Palengaan Daja itu menyampaikan pentingnya bergabung dalam organisasi terbesar di dunia, yakni Nahdlatul Ulama. Tentunya, melalui kaderisasi mulai tingkatan paling mendasar, yaitu IPNU-IPPNU, hingga tingkatan tertinggi secara kelembagaan.

“Kerap kali muncul asumsi yang berbunyi tak penting NU-NU-an selagi kita masih berstatus Islam. Itulah salah satu contoh yang secara tidak disadari sudah merasakan manfaat dari kehadiran NU,” tuturnya

Lebih lanjut, Kiai Mukhlis, sapaan akrabnya menjelaskan, di dalam Nahdlatul Ulama terdapat dua konsep penekanan, yakni Ke-Islam-an dan kebangsaan, yang keduanya sejak dulu sangat mengakar pada warga NU atau Nahdliyyin.

Mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menjelaskan, pentingnya penekanan ke-Islam-an yang berhaluan pada Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah dengan prinsip Tawasuth, Tasamuh, Tawazun, dan Ta’adul.

“Poin kedua, kebangsaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan semangat nasionalisme warga NU dalam memperjuangkan kemerdekaan melalui fatwa resolusi jihad KH. Hasyim Asy’ari, demi menjaga keutuhan NKRI dan jauh lebih sempurna daripada ajaran khilafah yang bertujuan untuk memporak-porandakan negeri ini,” paparnya.

Usai menyampaikan ceramah, K. Mukhlis mengakhiri acara tersebut dengan memimpin doa bersama.


Reporter: Bibur
Editor: Aboonk