NEWS

PCNU Pamekasan Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu PKI

PAMEKASAN – Sebuah pesan suara melalui aplikasi layanan pesan WhatsApp beredar di masyarakat. Isinya, mengajak agar masyarakat selalu siaga menjaga pesantren karena akan ada gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang akan membunuh para kiai pesantren.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, meminta masyarakat agar tidak terpengaruh pesan suara yang mengaku warga salah satu desa di Kabupaten Sampang tersebut.

“Jangan panik, jangan takut! Laksanakan aktivitas sehari-hari. Pesantren juga tetap laksnakan aktivitas seperti biasanya,” ajak pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan tersebut, Selasa pagi (29/09/2020), di kediamannya.

Menurutnya, masyarakat memang harus tetap waspada. Akan tetapi, tidak perlu sampai merasakan ketakutan yang berlebihan, apa lagi mengarah pada fitnah dan adu domba.

“Apa lagi isu PKI ini rutin muncul tiap bulan September, dan sejak bebrapa tahun terakhir ini selalu muncul dan tidak terbukti adanya. Maka kami khawatir isu PKI ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan politiknya. Kami cenderung menilau bahwa isu PKI ini permainan semata, sebab sejak bebrapa tahun terakhir ini tdk pernah terbukti, apalgi di dunia sekarang, hanya tinggal enam negara yang megnganut paham komunis. Artinya, paham komunis sekarang di dunia sudh tidak dipakai,” jelas Kiai Taufik.

Agar permasalahan serupa tidak kembali terulang, Kiai Taufik meminta kepada pihak berwajib agar menangkap pemilik suara yang beredar dalam vioce note tersebut, karena meresahkan dan membuat ketakutan serta menjadikan masyarakat saling curiga.


Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu