PAMEKASAN – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor se-Madura mendesak aparat Kepolisian, agar segera menyelasaikan kasus Muhammad Izzul, pelaku ujaran kebencian di media sosial terhadap KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan yang hingga kini belum ada kejelasan.
Pernyataan bersama tersebut dipimpin Syafiuddin, Ketua PC GP Ansor Pamekasan usai melakukan konsolidasi bersama KH. Hasani Zubair (Ketua PC GP Ansor Bangkalan), KH. Khoiron Zaini (Ketua PC GP Ansor Sampang) dan K. Qumri Rahman (Ketua PC GP Ansor Sumenep).
“Kami mendesak aparat kepolisian, agar segera menindaklanjuti laporan serta mengusut secara tuntas kasus Muhammad Izzul yang melakukan pelecehan kepada ketua PCNU Pamekasan dan Ketua PCNU Sumenep beberapa bulan yang lalu,” desak Syafi’ di Hotel Front One, Sabtu (05/12/2020).
Syafi’ menambahkan, demi kondusifitas, keamanan dan ketertiban masyarakat, kepolisian harus bergerak cepat dan transparan dalam menangani kasus tersebut.
“Kami berharap, kasus ini terselesaikan secara cepat dan sedetail mungkin, karena kondusifitas bagi kami selaku pemuda Madura adalah hal utama,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD itu juga mengajak warga, agar menjaga kondusifitas dan menjunjung tinggi nilai leluhur Madura yang kental dengan menjaga etika dan adab.
Ajakan tersebut disampaikan, guna menyikapi kejadian yang menimpa ibunda Mahfud MD yang rumahnya digeruduk oleh sekelompok orang yang menyatakan diri umat Islam Pamekasan.
“Kami berharap, Masyarakat Madura dari berbagai kalangan tetap menjaga kondusiftas dan menjaga leuhur orang Madura. Oleh karena itu, kami ajak semua elemen masyarakat, agar bisa menjaga nilai persatuan dan menunjukkan kepada publik, bahwa orang Madura beretika dengan mengedepankan persatuan dan akhlak,” ajak Syafi’.
Selesai melakulan konsolidasi, PC GP Ansor se-Madura silaturrahim ke kediaman ibunda Mahfud MD di Jl. Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.
Reporter: Syarofi
Editor: Aboonk

