News

PRNU dan PR GP Ansor Billa’an Resmi Dilantik

PAMEKASAN – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) masa khidmat 2021-2026 dan Pengurus Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Billa’an masa khidmat 2021-2023 resmi dilantik oleh Pengurus Cabang NU dan Pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pamekasan, Jumat malam (22/01/2021).

Pengambilan sumpah yang dilakukan di Desa Billa’an Kecamatan Proppo itu berlangsung khidmat dengan hadirnya Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, dan Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Syafiuddin, beserta segenap petinggi pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan PAC GP Ansor Kecamatan Proppo.

Perwakilan pengurus MWCNU Kecamatan Proppo, Ustad Madzkur mengatakan, NU di Kecamatan Proppo mulai berkembang. Hal itu karena, menurutnya, sejumlah lembaga dan badan otonom (Banom) NU mulai terlihat aktif dan energik. Dengan begitu, pihaknya berharap Kecamatan Proppo dapat “dihijaukan” dengan paham Ahlussunah wal Jama’ah.

“Cinta tanah air adalah bagian dari iman. NKRI harga mati. Mudah-mudahan kita didampingi oleh para muassis terdahulu dalam mengabdi di NU,” ucapnya disambut seruan lafal ‘amin’ para tamu undangan.

Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Syafiuddin mengatakan, sebagai warga nahdliyyin dalam berdakwah dan menggencarkan gerakan ke-NU-an tidak boleh mencaci dan menghujat, terlebih lagi tidak memprovokasi dalam berdakwah. Pria yang akrab dipanggil Kak Syafi’ itu juga mengimbau agar pengurus NU selalu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Sehingga nilai-nilai NU yang dulu, tetap indah dan harmonis sampai di masa yang akan datang. Jadi jangan mencaci, menghujat apalagi memprovokasi,” imbau Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan itu.

Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim saat memberikan tausiah menyampaikan, NU merupakan organisasinya para ulama yang prosesnya sangat lama. Bahkan menurutnya, pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari, lama bertirakat dan beristikharah hingga akhirnya mendapat restu dari gurunya, KH. Mohammad Kholil bin Abdul Latief Bangkalan, untuk mendirikan NU.

“Dengan isyarat tongkat dan tasbih dengan dua kalimat, Ya Jabbar, Ya Qahhar. Dengan spontan KH. Hasyim Asy’ari berkata siapa yang menggangu NU akan hancur,” terangnya.

Dilanjutkannya, warga NU harus mampu memberikan nilai-nilai positif kepada masyarakat. Harus menggambarkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Menurutnya, warga NU harus mencerminkan diri sebagai warga negara yang baik dengan menanamkan cinta kepada NKRI. Karena tujuan NU adalah himayat al-ddin wa himayat al-ddaulah.

“Maka dengan itu, insyaallah NU akan mudah diterima oleh masyarakat. Sehingga NU semakin berkembang dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.


Penulis: Mahfud
Editor: Ali Wafa