NEWS

Kiai Muddatstsir, Di Akhir Zaman NU Harus Semakin Eksis

PAMEKASAN — Di zaman yang sudah akhir ini, Nahdlatul Ulama dituntut agar lebih eksis dan maju. Tidak hanya itu, di akhir zaman NU juga dituntut lebih istikamah dan telaten membina serta menyadarkan umat Nabi Muhammad SAW. Hal ini disampaikan oleh Mustasyar PCNU Pamekasan, KH. Muhammad Muddatstsir Badruddin, saat membuka acara Pengajian Akbar dan Pengajian Umum HSN 2021, Sabtu malam (16/10/2021), di Pondok Pesantren (PP) Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan Pamekasan.

“Yang mana umat (Nabi Muhammad, Red.) ini ada umat da’wah, ada umat ijabah. Umat ijabah termasuk saya dan Anda semua yang baca syahadat setiap (salat, Red.) lima waktu melaksanakan salat: ketika tahiyat, baca syahadat. Ini merupakan ikrar. Dalam doa iftitah, kita menyampaikan kepada Allah ‘inna shalaty wa nusuky wa mahyaya wa mamaty li Allahi rabbi al-‘alamin.’ Ini merupakan ikrar, ta’ahud, dan baiat sekaligus kepada Allah SWT,” jelas Kiai Muddatstsir.

Ikrar tersebut, lanjut Kiai Muddatstsir, merupakan penyerahan diri kepada Allah: hidup, ibadah, dan segala bentuk amal baik hanya demi Allah SWT. Ini artinya, tidak ada tujuan lain yang lebih penting dibanding kepentingan agama dan umat. Kepentingan pribadi bisa diselesaikan secara sederhana.

“Tapi urusan umat harus selalu ada di dalam dada kita sekalian, baik yang pemimpin maupun bukan pemimpin. Apa lagi yang pemimpin. Harus selalu ada dalam dada kita ‘laysa minna man lam yahtamma bi amri al-muslimin’ (tak termasuk golonganku orang yang tidak memperdulikan, tidak memperhatikan kepentingan daripada kaum muslimin). Kita tidak pandang bulu. Jangan karena merasa sok NU, lalu umat Islam yang lain tidak kita urus. Harus kita urus semuanya,” lanjut kiai yang juga menjabat Mustasyar PWNU Jawa Timur ini.

Sedangkan umat da’wah, menurut alumnus PP Sidogiri Pasuruan, Sidoarjo ini, ialah ketika Nabi Muhammad diangkat menjadi utusan, semua umat manusia termasuk pada kategori ini.

“Adapun mereka tidak memenuhi dakwahnya Rasulullah itu urusan lain. Itu urusan Allah dengan mereka,” imbuh Kiai Muddatstsir.


Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur