PAMEKASAN — Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menggelar Halaqah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyyah, Selasa (03/11/2021) di halaman Perpustakaan kampus.
Zaini Hasin, Ketua PKPT IPNU IAIN Madura menyampaikan, kegiatan tersebut diorientasikan guna memperdalam paham Aswaja An-Nahdliyyah dan membentengi anggota serta kepengurusan agar kampus tidak dijadikan ladang basah paham-paham yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Halaqah Aswaja ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman pengurus dan anggota tentang Aswaja. Karena tidak sedikit mahasiswa NU buta akan hal itu (Aswaja, Red). Jadi, harapannya ke depan hasil dari kajian ini mahasiswa IAIN Madura umumnya dan anggota PKPT khususnya menjadi kader NU sejati yang paham tentang aswaja serta menjadi orang yang ikut andil dalam memberantas paham radikal khususnya di kampus IAIN Madura,” ungkapnya.
Hosniyah, Ketua PKPT IPPNU IAIN Madura mengapresiasi semangat dan keaktifan anggota dan kepengurusan PKPT. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi PKPT ke depan.
“Saya sangat mengapresiasi semangat dan keaktifan dari kepengurusan dan anggota sebagai peserta kajian, dan semoga menjadi langkah awal untuk PKPT lebih baik kedepannya,” ujarnya.
Sementara Shofiyullah HS yang bertindak sebagai pemateri menyampaikan, upaya memperdalam dan menyebarluaskan paham ke-Aswaja-an harus terus digalakkan bagi mahasiswa NU, khususnya bagi kader IPNU-IPPNU.
“IPNU IPPNU harus memperdalam pengetahuan dan menyebarluaskan paham Aswaja An-Nahdliyyah agar mahasiswa NU tidak terpapar paham faham radikal,” katanya.
Pria yang kerap dipanggil Shofi itu juga menambahkan, paham Aswaja yang dianut kader NU bersumber dari KH. Hasyim Asy’ari.
“Konsep Aswaja An Nahdliyyah yang digagas oleh KH. Hasyim Asy’ari (Pendiri NU) dalam ‘Risalah Ahlussunah wal Jama’ah’ bukan hanya diyakini dan diamalkan oleh ulama Nusantara, tetapi juga diakui oleh ulama-ulama dunia,” pungkasnya.
Reporter: 04.IV-2021 (Bukhori)
Editor: Redaktur

