News

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pamekasan Dideklarasikan

PAMEKASAN – Sejumlah mantan anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendeklarasikan organisasi Majelis Alumni IPNU-IPPNU. Deklarasi dilaksanakan di Pondok Pesantren Matsaratul Huda, Panempan, Pamekasan, Rabu (03/11/2021).

Hadir dalam acara itu, Gubernur Jawa Timur, Ny. Hj. Khofifah Indar Parawansa, Bupati Pamekasan KH. Badrut Tamam, Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU Jawa Timur, KH. Muzammil Syafii, serta sejumlah tokoh lainnya.

Dalam Sambutannya, Nyai Khofifah mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) merupakan rumah besar warga Nahdliyyin dan pondok pesantren rumah kecilnya. Diharapkan antara NU dan Pondok Pesantren menjadi satu kesatuan.

Wanita yang biasa disapa Bunda Khofifah itu juga menyatakan, IPNU dan IPPNU merupakan organisasi pelajar yang banyak memberi kontribusi dalam sejarah bangsa Indonesia. Bahkan, beberapa tokoh pendiri kedua organisasi yang bernaung di bawah NU tersebut tercatat dalam sejarah sebagai tokoh penggerak pemuda dalam mempertahankan ideologi bangsa, seperti Thalhah Mansur dan lainnya.

“Proses perjalanannya IPNU-IPPNU sudah banyak memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa dan negara,” kata Ketua Umum Muslimat NU itu.

Ia berharap, Majelis Alumni IPNU-IPPNU akan diakui sebagai salah satu badan otonom di tubuh NU pada Muktamar ke-34 NU yang akan datang.

Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU, KH. Muzammil Syafii, mengatakan majelis alumni berfungsi membangun ikatan silaturrahmi keorganisasian antar para alumni dengan organisasi IPNU maupun IPPNU.

“Selain itu juga untuk membangun hubungan pemikiran dan pengembangan kader,” katanya.

Ke depan, pihaknya akan melakukan pendataan alumni-alumni IPNU dan IPPNU agar mereka bisa memberi sumbangan pengembangan kedua organisasi.

Dalam acara tersebut, dilakukan pemilihan pimpinan Majelis Alumni IPNU-IPPNU. Terpilih sebagai ketua, KH. Abdul Halim dan Ny. Hj. Juwairiyah sebagai wakilnya.


Reporter: 01.IV-2021 (Rois LQ)
Editor: Redaktur