News

GP Ansor Dukung Vaksinasi Berhadiah untuk Percepatan Herd Immunity di Pamekasan

PAMEKASAN – Cakupan vaksinasi Covid-19 di Pamekasan masih terendah di Jawa Timur. Karena itu, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan, Syafiuddin, mendukung percepatan vaksinasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Pria yang akrab dipanggil Kak Syafi’ itu juga mengapresiasi program vaksinasi berhadiah. Program yang digagas oleh Pemkab Pamekasan itu dinilai efektif mempercepat terwujudnya herd immunity di Bumi Gerbang Salam. Bahkan menurutnya, langkah tersebut lebih ramah dibanding mengancam sanksi kepada masyarakat yang enggan divaksin.

“Ini terobosan yang luar biasa. Dengan program ini diharapkan masyarakat semakin sadar, betapa pentingnya sehat di saat pandemi,” ucap wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan itu, Senin malam (17/01/2022), di Kantor PC GP Ansor Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.

Melalui vaksinasi berhadiah, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, dedikasi Pemkab Pamekasan sangat besar bagi kesehatan masyarakat. Sebab biaya yang dikeluarkan untuk hadiah vaksinasi tidak sedikit. Masing-masing kecamatan disediakan hadiah satu unit motor, sepeda gunung, kulkas dan sebagainya.

Karena itu, Kak Syafi’ mengajak seluruh masyarakat Pamekasan agar bersama-sama mewujudkan kekebalan kelompok. Sebab pandemi Covid-19 benar-benar mengubah tatanan hidup masyarakat. Karena pandemi pula, ekonomi masyarakat mengalami kemunduran. Guna memulihkannya, program vaksinasi harus dimasifkan.

Lebih lanjut Kak Syafi’ menyampaikan, elemen masyarakat paling vital yaitu kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Sebab buruknya kondisi kesehatan, ekonomi dan pendidikan menjadi mundur. Untuk memulihkan kondisi itu, protokol kesehatan (Prokes) dan vaksinasi menjadi cara terakhir di saat pandemi seperti saat ini.

Kak Syafi’ mengaku siap mengintruksikan seluruh kader GP Ansor agar mengedukasi masyarakat mengikuti vaksinasi. Bahkan dia memastikan, ratusan kader GP Ansor di Pamekasan harus sudah divaksin. Tujuannya, mendorong tercapainya target Pemkab; cakupan vaksinasi mencapai 80 persen di bulan Maret mendatang.

Seluruh masyarakat Pamekasan diimbau agar tidak termakan oleh berita hoaks tentang vaksin Covid-19. Terlebih dengan adanya isu vaksin terbuat dari minyak babi dan dapat mematikan. Kak Syafi’ menegaskan, informasi itu tidak benar. Sebab pemerintah tidak mungkin mengorbankan jiwa rakyatnya.

“Jika kita semua sehat, maka ekonomi dan pendidikan menjadi lancar. Dengan begitu, pembangunan akan berkesinambungan,” pungkas alumnus Universitas Islam Madura (UIM) itu.


Reporter: Ali Wafa
Editor: Redaktur