PAMEKASAN — Beberapa hari terakhir, masyarakat Madura, khususnya Pamekasan, dihebohkan oleh berita penyelundupan pupuk urea alokasi untuk Pamekasan. Pupuk seberat 90 ton itu diselundupkan ke Tuban dan akan diperjualbelikan di Ponorogo.
Miris. Di tengah petani sedang membutuhkan pupuk urea bersubsidi, bahkan mereka rela membeli pupuk non subsidi, ada oknum yang memanfaatkan situasi ini dengan menjual pupuk subsidi untuk alokasi Pamekasan ke luar Madura. Hal ini, membuat Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan merasa prihatin.
Keprihatinan ini disampaikan oleh H. Ilzamuddin, Ketua LPPNU PCNU Pamekasan kepada Media NU Pamekasan, Jumat (04/02/2022), melalui sambungan seluler.
H. Ilzam, begitu ia disapa, merasa LPPNU perlu menagih komitmen stakeholder terkait janji pengawasan agar pupuk bersubsidi untuk alokasi Pamekasan tepat sasaran. Ia menilai, kebocoran yang mencapai lebih 90 ton, menjadi preseden buruk yang menunjukkan tata pengawasan terhadap kios-kios masih kurang awas.
“LPPNU berharap Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum, agar melakukan penyisiran terhadap kios-kios yang menjadi supplier pupuk bersubsidi yang dikirimkan ke Ponorogo dan Tuban. Sanksi harus tegas, cabut izin usaha kios-kios tersebut dan proses hukum para pelaku dan dalangnya.
LPPNU, lanjut H. Ilzam, memandang penting otak dan dalang penjualan pupuk bersubsidi untuk warga Pamekasan ke daerah lain agar segera dipublikasikan dan diproses hukum. Setidaknya dalam waktu 7×24 jam.
Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur

