News

Dialog Interaktif Daring, Upaya Fatayat NU Waru Tekan Angka Stunting

PAMEKASAN – Sebagai upaya menekan tingginya angka stunting (kondisi gagal tumbuh bayi di bawah lima tahun) di Desa Bajur, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Waru mengedukasi masyarakat melalui dialog interaktif dalam jaringan (Daring), Jumat siang (24/06/2022), di Masjid Al-Muqaddimah Dusun Bungburnih, Desa Bajur, Kecamatan Waru.

Halimatus Sakdiyah, Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Waru, saat menyampaikan sambutannya berharap kader Fatayat NU dan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat turut serta dan berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting.

“Mencegah lebih baik dari pada mengobati, dan sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai pemudi NU untuk peduli kehidupan masyarakat. Bersinergi dengan pemerintah menjadi komitmen Fatayat Waru dalam penanganan stunting,” ucapnya.

Selain itu, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan yang akrab disapa Matus ini menambahkan, penanganan stunting di Indonesia mendapat perhatian khusus dan menjadi pembahasan pada pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tahun 2018 silam.

“Masalah pencegahan stunting masuk dalam rekomendasi Munas Alim Ulama PBNU tahun 2018. NU menaruh perhatian yang serius terhadap masa depan anak Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Matus mengintruksikan kader Fatayat NU Kecamatan Waru agar turun langsung ke masyarakat guna mengetahui kondisi nyata masyarakat.

“Fatayat NU Waru perlu melanjutkan kerja advokasi pencegahan stunting dan lebih berfokus pada gerakan yang langsung berinteraksi dengan masyarakat melalui pendekatan emosional,” tegasnya.

Turut hadir pada kegiatan ini, Rais syuriah MWCNU Kecamatan Waru, Ketua PKK Kecamatan Waru, Penyuluh KB, Kepala Puskesmas Kecamatan Waru, Ketua PKK Desa Bajur, Bidan Desa, Muslimat NU, dan IPPNU.


Reporter: Faisal AP
Editor: Redaktur