PAMEKASAN – Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Majungan, Kecamatan Pademawu menjalin kerja sama dengan pemerintah desa (Pemdes) setempat. Kedua pihak bekerja sama dalam mengelola sungai mati atau dead river di Desa Majungan.
Ketua PR GP Ansor Desa Majungan, Rusdiyono menyampaikan, pengelolaan sungai mati itu merupakan salah satu Program Strategis Desa (PSD). Sungai itu akan menjadi lokasi pengembangan kawasan ekowisata yang terintegrasi dengan ekologi, pertanian dan perikanan.
Kawasan terintegrasi ini, kata Rusdiyono, bernama “Ekowisata Sungai Mati Nirwana Majungan Berbasis Ekologi”. Pengembangannya dilakukan dengan memperhatikan konservasi lingkungan dan budaya masyarakat, serta memanfaatkan potensi sumber daya.
“Pengelolaan sungai mati ini untuk pengembangan sosial ekonomi masyarakat sekitar sungai atau river side development,” ucapnya, Ahad (08/1/2023).
Kepala Desa (Kades) Majungan, Subahnan menjelaskan, sungai sepanjang dua kilometer itu akan memiliki banyak kegunaan, di antaranya, bisa dimanfaatkan sebagai embung penyedia air baku pertanian. Selain itu, juga berpotensi menjadi tempat budidaya perikanan air tawar.
Tidak hanya itu, lanjut Subahnan, di sungai itu juga bisa dilakukan pengembangan keramba jaring apung untuk budidaya ikan nila. Penebaran benih ikan emas juga akan dilakukan untuk restocking. Sungai mati itu juga berpotensi menjadi destinasi wisata pemancingan.
“Di sungai ini juga bisa didirikan rumah makan apung ikan bakar,” ungkapnya, Ahad (08/1/2023).
Rencana pengembangan sungai mati tidak hanya itu saja. Pemdes Majungan melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan. Bahkan, sungai itu akan difasilitasi dengan perahu angsa untuk menyusuri sepanjang sungai. Lokasi di sekitar sungai pun bisa dijadikan tempat perkemahan.
Subahnan menyebut, kebersihan sungai akan terus dijaga. Sehingga, sungai itu layak dijadikan sebagai tempat pemandian dan akan lebih menarik bila difasilitasi wahana permainan sepeda air. Sementara di sempadan sungai akan dibangun jogging track.
“Di area sungai akan dilengkapi dengan photo booth. Mengawali kerja sama ini, kami mulai melakukan bersih-bersih sungai, penanaman pohon sawo, budidaya ikan nila, dan penebaran benih ikan emas,” pungkasnya.
Kontributor: Moh. Rifdi (MNU.V.10-018)
Editor: Ali Wafa

