“Setelah selesai ngaji kitab malam, saya ajak santri yang jadi personel untuk latihan di musala UIM (Universitas Islam Madura, Red) sekitar jam setengah satu sampai jam dua malam,” jelas Shofiyullah, pelatih albanjari As-Sulthon PP Miftahul Ulum Bettet Pamekasan.
Persiapan yang begitu berat juga dirasakan oleh Tim Media Pondok Pesantren Bettet dalam proses pembuatan video kreatif pesantren, mulai menyiapkan peralatan dan mendokumentasikan momen-momen penting di Pesantren.
“Tak gampang untuk membuat Video seperti itu, selain dari penyiapan peralatan, hal yang menurut saya lebih ribet saat pendokumentasian momen-momen di pesantren. Karena kami dikejar deadline penyetoran video, saya membuat setting adegan dengan mengumpulkan para santri untuk melakukan acara atau momen tertentu untuk tim media dokumentasikan, karena kalau menunggu momen aslinya sangat tidak mungkin dengan waktu yang sudah mepet,” ungkap Shohibul Kahfi, salah satu ustaz Tim Media Pondok Pesantren Bettet.
Kontributor: Ocfalah Khoirun Nizar (MNU.V.10-015)
Editor: Redaktur

