Hal senada disampaikan oleh Ahmad Baikuni selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KPM 2020 STAIMU Posko VI.
Menurut Baikuni, inisiatif para peserta KPM itu berawal dari obrolan informal mahasiswa dengan beberapa perempuan di balai desa saat acara Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Dalam obrolan itu, para mahasiswa menyinggung keberadaan organsisasi sosial keagamaan di Desa Kaduara Barat.
“Mahasiswa kemudian menawarkan untuk dibentuk ranting Fatayat, dan mereka responsnya baik. Akhirnya ditindaklanjuti mahasiswa dengan berkomunikasi dengan pengurus cabang, kemudian pengurus cabang memberi arahan untuk koordinasi dengan PAC (Pimpinan Anak Cabang. Red.) Larangan,” tutur mantan aktivis PMII Pamekasan itu.
Gayung bersambut. Usaha para mahasiswa itu ditindaklanjuti oleh pengurus PAC Fatayat NU Larangan melalui sosialisasi sekaligus pembentukan pengurus di balai desa.
“Setelah semua dinilai telah siap, kemudian baru dilaksanakan deklrasi dan pelantikan, sekaligus dikemas dengan acara perpisahan KPM,” ujar baikuni.
Baikuni sangat mengapresiasi inisiatif para mahasiswanya itu. Ia merasa kagum, karena para peserta KPM tidak hanya menginisiasi terbentuknya kepengurusan Fatayat NU. Lebih dari itu, semua kegiatan deklarasi dan pelantikan difasilitasi oleh peserta KPM.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono
Pages: 1 2

