NEWS

Mbah Hayim Asy’ari Minta Petunjuk Rasulullah dan Waliyullah Sebelum Mendirikan NU

Ada organisasi lain yang pura-pura lillahi ta’ala, tambah Kiai Ihya’, tapi istikamah memperjuankan ‘Allahu Akbar’, tatkala hampir pemilu, sedangkan NU tidak demikian.

Dijelaskannya, melalui Lembaga Bahtsul Masail-nya, NU juga hati-hati dalam mengambil kebijakan dan menghukumi suatu perkara. Tidak cukup satu dua kali melakukan pembahasan tersebut, karena menyangkut tanggung jawab kepada Allah SWT.

“Meski NU sudah hati-hati, di jaman sekarang tetap saja ada golongan yang menuduh yang tidak-tidak terhadap organisasi tercinta kita ini,” sesal Kiai Ihya’.

Namun jangan khawatir, kilahnya, NU merupakan organisasi besar di dunia, yang pengurusnya sudah terbantuk di luar negeri, salah satunya Afganistan, yang sudah terbentuk Pengurus Wilayah NU di tiap provinsinya.

“Bahkan Negara Malaysia melalui pengurus cabang istimewanya secara resmi mengutus perwakilan untuk belajar bagaimana cara NU bisa kuat dan kokoh, termasuk bagaimana caranya ber-bahtsul masail,” ungkapnya.

Menurut Kiai Ihya’, pengurus dan warga nahdliyin harus tetap kokoh berjuang di NU bersama para auliya’ dan ulama, sehingga semua warga nahdliyin bisa laku borongan kepada Allah.

Jika borongan, tambanya, warga NU yang amaliahnya kurang atau sedikit bandel, insyaallah tetap masuk rombangan para ulama yang dicintai Allah.

“Yang penting tetap kuat memegang teguh agama Allah lewat NU, insyaallah bisa bersama para ualiya’ dan ulama dimasukkan ke syurga-Nya,” tukasnya.


Reporter: Syafi’i
Editor: Ahnu