Selain lomba, agenda ini juga akan diisi dengan kirab bendera pataka NU, pemberian anugerah kepada tokoh-tokoh NU, juga penanaman seribu pohon. “Penanaman seribu pohon ini sesuai dengan tema peringatan satu abad NU: ‘Merawat Jagad, Membangun Peradaban’,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, dalam momentum satu abad NU ini, panitia juga merencanakan pembuatan video dokumenter dan penulisan sejarah PCNU Pamekasan mulai kepengurusan pertama sejak tahun 1926 sampai saat ini. Tim ini dipimpin oleh KH. Muhammad Zahid, Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Pamekasan.
Puncak peringatan satu abad NU di Pamekasan, panitia berencana mendatangkan Habib Lutfi bin Yahya.
Sebagai upaya menyemarakkan agenda yang dikoordinatorinya, Kiai Ahmad Asir akan mengundang perwakilan seluruh MWCNU se-Kabupaten Pamekasan untuk sosialisasi agenda peringatan satu abad NU.
Sebelum itu, KH. Taufik Hasyim saat memberikan arahan secara virtual kepada panitia, meminta agar peringatan usia satu abad NU ini lebih semarak dibandingkan peringatan hari lahir NU sebelum-sebelumnya yang biasa dilaksanakan setiap tahun.
“Peringatan satu abad NU harus lebih semarak dan spektakuler, syiar lebih dimunculkan, program kegiatan jelas memiliki makna dan manfaat yang kuat kepada umat, khususnya warga NU,” pinta Ketua PCNU Pamekasan tersebut.
Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur

