Mendengar penjelasan Kholiq, hadirin tidak percaya begitu saja.
“Yang sampean tandai di postingan itu orang-orang yang memang suka nyinyir ke NU. Jadi, kami yang ada di sini ini tidak percaya. Ada tiga kalimat di status sampean itu yang mengindikasikan bahwa status itu nyinyir. Jadi sampean jujur saja, tidak usah berapologi,” ucap Hasan Almandury, salah satu pengurus Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Pamekasan.
Di penghujung pertemuan, Kholiq akhirnya mengakui maksud dirinya mengunggah gambar tersebut. Menurutnya, NU yang sudah memiliki BMT dan usaha lainnya, tidak layak mengedarkan kupon waqaf pembebasan lahan.
“BMT dan usaha milik PCNU (Pamekasan. Red.) itu baru berdiri. Jadi, sekalipun Kantor BMT itu dijual, tidak cukup untuk pembebasan lahan rumah sakit itu,” sanggah Kiai Abdurrahman.
Sebelum pertemuan diakhiri, Kholiq menandatangani surat pernyataan yang berisi pengakuan atas kesalahan yang ia lakukan. Kholiq juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa dan tidak akan nyinyir lagi terhadap NU.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

