Alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan itu berharap, SMA Ma’arif 1 Pamekasan bisa mencetak lulusan yang mandiri dan pekerja keras, sehingga akhirnya menjadi pribadi yang sukses. Ia juga berharap, usaha yang dikembangkan sekolah tersebut turut sukses sehingga bisa membantu mengidupi sekolah.
“Apabila bapak-ibu ingin membeli batik, maka membelilah karya anak2m-anak SMA Maarif 1. Apabila bapak-ibu membeli hasil karya siswa kami, berarti bapak-ibu telah berbelanja dan sekaligus berinfak untuk akhirat. Karena bagian dari hasilnya akan kami jadikan biaya pengembangan sekolah,” imbuh mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan itu.
Pihaknya mengaku siap apabila ada masyarakat yang hendak membeli Batik Kolor denga jumlah banyak. Karena, menurutnya, di sekitar sekolah tempat ia mengajar, terdapat banyak pembatik yang selama ini berhenti membatik dengan alasan akses yang tertutup.
“Dan kami sudah komunikasi dengan mereka. Dan mereka kami undang pada kesempatan ini, dan mereka siap kalau memang Rumah Batik Kolor ini ada banyak pesanan,” pungkasnya.
Reporter: Hasan/Zainal
Editor: Ahnu
Pages: 1 2

