NEWS

800 Pelajar Ikuti Makesta IPPNU Banyuayu

PAMEKASAN – Pimpinan Komirsariat (PK) ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren (PP) Miftahul Ulum Banyuayu Putri Periode 2019-2020 menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) bertema “Membentuk Kader IPPNU yang Militan Demi Masa Depan NU yang Gemilang” di Aula Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum Baanyuayu Putri, Selasa (18/08/2020).

Acara yang diikuti 800 peserta, meliputi santri Banyuayu dan delegasi dari lembaga pesantren di Kabupaten Pamekasan tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, mulai Selasa-Rabu (18-19/08/20), disertai serangkaian kegiatan lain di dalamnya.

Fitriatul Laili, Ketua Panitia Pelaksana mengungkapkan, acara tersebut digelar guna mencetak kader IPPNU yang berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan melahirkan kader IPPNU yang mampu menghadapi tantangan zaman, sekaligus menyambut Tahun Baru Hijriah, 1 Muharram 1442 H.

“Semoga peserta dapat mendapat ilmu pengetahuan, manfaat dan pengalaman untuk menghadapi zaman yang semakin kompleks, namun tetap berpegang teguh pada nilai keislaman,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Athik Yulia Muchsin selaku Ketua PK IPPNU Banyuayu menyampaikan, Makesta merupakan pelatihan kader tingkat dasar yang bertujuan mengasah kemampuan anggota dalam memahami dan mendalami Islam sesuai dengan ajaran NU.

“Semoga melalui acara ini, kita bisa membangun Islam dan Bangsa Indonesia, supaya tidak tertindas dan terbelakang,” harapnya.

Sementara itu, Nyai Mafrudhah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Pamekasan menyampaikan, melakukan kegiatan rutinitas yang bernuansa keislaman dan sesuai dengan Aswaja merupakan salah satu bentuk pengabdian terhadap NU.

“Kegiatan kecil berupa tahlilan, kaderisasi dan sebagainya merupakan kegiatan-kegiatan kecil dalam NU,” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Pengasuh PP Miftahul Ulum Banyuayu, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Kadur, Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Kadur, PC IPPNU Kabupaten Pamekasan, PAC IPPNU Kecamatan Kadur, asatidzah, dewan guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan MA Miftahul Ulum Banyuayu.