PAMEKASAN – Beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan diguyur hujan deras sejak Rabu siang (15/02/2023). Hal serupa juga terjadi di Lapangan Pegantenan, tempat pelaksanaan puncak resepsi hari lahir (Harlah) satu abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan. Cuaca ini terus berlanjut sampai malam, tapi dengan volume curah hujan yang relatif lebih kecil, hingga menjadikan lapangan tersebut becek.
Meski demikian, kondisi ini tidak menghalangi puluhan ribu warga NU atau yang biasa disebut nahdliyin membanjiri lokasi acara. 7.500 kursi yang disediakan panitia tidak mencukupi peserta yang terus berdatangan mulai jam 18:00. Berdasarkan data Taufiqurrahman Khafi, Sekretaris Panitia, sekira 3.200 peserta harus menggelar alas yang dibawanya dari rumah dan duduk di luar tenda.
“Awalnya, panitia hanya menyediakan 5.000 kursi di bawah tenda, tapi mulai isyak 5.000 kursi terisi penuh, sehingga panitia harus menambah 2.500 kursi lagi. Itupun masih belum mencukupi peserta yang terus bertambah. Sekitar jam 19:30 sampai jam 20:30 kira-kira 3.200-an peserta masih berdatangan dan tidak kebagian kursi. Mereka duduk menggunakan alas plastik di luar tenda yang disiapkan panitia,” ucap alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur itu, Rabu malam (15/02/2023).

Membludaknya nahdliyin ini, lanjut mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, parkiran yang disediakan panitia tidak muat, sehingga meluber ke sepanjang jalan di lokasi acara.
“Lapangan Pegantenan yang berkapasitas 20.000, full dengan nahdliyin,” lanjutnya.
Selain puluhan ribu nahdliyin yang memenuhi lapangan pegantenan, sepanjang jalan menuju lokasi juga dipenuhi kendaraan, hingga satu kilometer lebih.
“Dari jarak satu kilometer banyak nahdliyin yang hendak menghadiri malam puncak harlah satu Abad PCNU Pamekasan harus kami instruksikan jalan kaki, demi mengurai kemacetan,” papar Miftahul Munir, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pamekasan.
Usai pembacaan doa penutup oleh KH. RP. Najibul Choir, jemaah meninggalkan lokasi acara secara tertib.
Reporter: Abonk
Editor: Ahnu

