News

KH. Zulfa Mustofa Kagumi Kecintaan Nahdliyin Pamekasan Kepada NU

PAMEKASAN – Lebih 10.000 nahdliyin memadati Lapangan Pegantenan pada acara puncak peringatan hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang genap berusia satu abad. Meski kondisi lapangan becek karena diguyur hujan, tak menghalangi hadirin mengikuti setiap rangkaian acara. Bahkan, meski gerimis kembali turun ketika KH. Zulfa Mustofa menyampaikan ceramah agama, para peserta bergeming.

Hal ini, menurut Kiai Zulfa, merupakan bukti kecintaan nahdliyin Pamekasan kepada NU. Jika tidak didasari cinta, jemaah yang hadir pasti akan membubarkan diri ketika kondisi lapangan becek, ditambah gerimis yang turun ketika acara berlangsung. Ini membuat Kiai Zulfa kagum.

Kekaguman ini disampaikan oleh kiai kelahiran 7 Agustus 1977 itu saat menjadi penceramah pada acara resepsi Harlah Satu Abad NU yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Rabu malam (15/02/2023), di Lapangan Pegantenan.


Baca juga:
Dua Pesan Ketua PCNU Pamekasan Memasuki Abad Kedua Nahdlatul Ulama
Nahdliyin Pamekasan Terobos Hujan Dan Lumpur Meriahkan Satu Abad NU


“Kecintaan warga NU, warga Madura terhadap NU, ya malam hari ini. Walaupun gerimis, walaupun lapangan becek tapi sedikitpun tidak bergeser dan meninggalkan lapangan,” imbuh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Lebih lanjut, pengarang kitab “al-Fatwa wa Ma La Yanbaghi Li al-Mutfaqqih Jahluhu” ini mengajak hadirin agar tetap istikamah bersama ulama-ulama NU menjaga dan melestarikan paham Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

“Di Indonesia ini yang setia dan jelas-jelas menjaga Ahlussunnah wal Jama’ah ya NU. Mungkin kalau bukan NU yang menjaga, sudah jebol ini Ahlussunnah wal Jama’ah. NU laksana matahari, kalau sudah bersinar bintang-bintang yang lain tidak kelihatan sinarnya. NU itu indah laksana Layla, kalau sudah bicara si Qais tergila-gila dan yang lain tak terlihat,” tangkasnya.


Kontributor: Ali Haidar
Editor : Ahnu